Langsung ke konten utama

Sejarah dan Segmentasi Pelabuhan Gresik

Awal abad ke-17 M pelabuhan Gresik berperan sebagai pelabuhan besar dan utama diantara pelabuhan-pelabuhan lain disekitarnya. Terbukti dengan adanya aktifitas produksi kapal yang bermuatan 10 sampai 100 ton dan digunakan untuk berlayar ke luar Jawa (Maluku dan sekitarnya)

Oleh karena itu keberadaan Pelabuhan menjadi daya tarik Gresik sampai saat ini karena potensinya, selain sebagai berlabuh juga menandakan adanya keluar masuk dan Transaksi ekonomi didalamnya

Ada beberapa segmen Pelabuhan di Gresik, setidaknya ada 3 kategori sesuai dengan rute dan keberfungsiannya. 

Pertama Pelabuhan Utama Gresik, adalah pelabuhan yang utama untuk arus barang dan penumpang, baik yang masuk ataupun yang keluar, dimana sekarang sudah ada proyek pelabuhan Internasional disekitar manyar yang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Kedua, Pelabuhan Nelayan Gresik, merupakan pelabuhan utama khusus bagi nelayan yang akan pergi melaut ini masih bisa terlihat di daerah lumpur Gresik dan pesisir Utara.  

Ketiga Pelabuhan Industri Gresik merupakan pelabuhan yang hanya khusus digunakan untuk kepentingan industri tertentu seperti Petrokimia, Plywood, Wilmar, Semen Indonesia, dan perusahaan sejenisnya. 

(berbagai sumber)
gambar : eastjava

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...