Langsung ke konten utama

Bandara Trunojoyo Layani Jalur Sumenep - Bawean

Bandara Trunojoyo Sumenep, Jawa Timur, akhirnya akan beroperasi akhir Januari mendatang. Pada jadwal perdananya, Maskapai Susi Air yang menjadi partner bandara akan melayani rute perintis Sumenep- Surabaya dan Sumenep- Bawean, Gresik. 

Maskapai Susi Air sendiri akan mengoperasikan pesawat dengan kapasitas 12 penumpang baik tujuan Sumenep- Surabaya maupun Sumenep - Bawean. Sementara tiket penerbangan kedua rute tersebut hanya dibanderol Rp150.000 per orang. 

Kepala Bidang Perhubungan Laut dan Udara, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, M Choyroni Argot menyatakan, Bandara Trunojoyo akan beroperasi melayani jalur perintis yang untuk sementara ini masih dua rute menyesuaikan jadwal pesawat. Choyroni menjelaskan, kepastian beroperasinya pesawat di Bandara Trunojoyo ini tidak akan mundur lagi. Itu diperkuat dengan adanya penandatanganan kerja sama antara pihaknya dan Maskapai Susi Air, milik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Choyroni menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi agar jadwal penerbangan pertama dengan pesawat Susi Air bisa terlaksana dan tidak sampai tertunda lagi. 

Sumber : koran-sindo.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...