Langsung ke konten utama

Pelancong Kunjungi Kampung Kemasan

Gresik - Tepatnya hari Minggu pagi 29/03/15 kampung kemasan Gresik terlihat ramai oleh para pelancong. sekitar 30 orang bertamu dengan tajuk "‪Melantjong Kampung Kemasan Gresik". Dengan agenda antara lain diskusi budaya, dan hunting foto di kawasan rumah kemasan

"Agenda ini merupakan rangkaian dari festival Foto Surabaya 2015"‬ ujar Yerry dari komunitas metanesia. Dipilihnya Kampung kemasan sendiri selain masih memiliki keaslian bangunan kuno juga kemudahan akses kesana 

Cak Noed sebagai salah satu budayawan dan juga generasi keturunan kelima dari rumah kuno kemasan memberikan berbagai wawasan dan pengetahuan tentang sejarah kemasan dalam dialog yang dikemas santai, berbagai pertanyaan juga terlontar dari para pelancong. 

Setelah melakukan diskusi dilanjutkan explorasi foto disetiap sudut rumah di sekitar kampung kemasan, dilanjutkan berjalan menyusuri gang kecil yang menghubungkan dari rumah satu ke rumah lainya yang masih memiliki nilai sejarah. Acara ini berakhir sekitar jam 12.00 dilanjutkan dengan foto bersama

Berikut beberapa foto di kampung kemasan
Kondisi salah satu rumah milik pak rustam




Komunitas Matanesia dan IniGresik di kampung kemasan
Bentuk salah satu rumah kuno di kampung kemasan 


kondisi lantai menunjukan rumah kuno , 

diskusi budaya bersama cak Noed


Menikmati nasi krawu khas Gresik 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...