Langsung ke konten utama

Giliran KAMMI Ultimatum Jokowi.!

Aksi Mahasiswa Ingatkan Jokowi
Aksi penolakan atas kebijakan Jokowi terus berlanjut, Kamis 19 Maret 2015 Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Surabaya gelar aksi Ultimatum Jokowi. Mereka menilai 5 bulan masa kerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak ada prestasi yang menonjol dari kabinet kerja, bahkan banyak rapot merah yang menyengsarakan rakyat. Dari pengangkatan politis partai pendukung H.m Prasetyo menjadi Jaksa Agung, sampai pengangkatan Budi Gunawan menjadi Kapolri yang membuat kisruh KPK-POLRI. 

Di panas siang Surabaya tepatnya jam 1 siang, Puluhan mahasiswa aksivis KAMMI Se-Surabaya di gelar aksi di depan gedung Grahadi Surabaya. Dalam aksi teatrikalnya, KAMMI membakaran patung Jokowi sebagai symbol matinya Hukum Di Indonesia. 

Nilai tukar rupiah merosot tanpa bisa di rem lagi, 13.300 per dollar AS menandakan masa pemerintahan jokowi tidak becus menstabilkan perekonomian Indonesia yang sedang goyah. Tak puas mencabut subsidi BBM. Harga gas LPG melonjak, TDL naik dan tiket transportasi seperti kereta api juga ikut di naikkan. Inikah yang di sebut revolusi mental.! Ujar Gading selaku korlap. 

Dalam aksinya mereka menuntut (1) Untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan masyarakat, baik sembako,BBM,TDL,LPG secara cepat. (2) membangkitkan Marwan dan kedaulatan bangsa Indonesia dengan pemerintahan yang professional, tegas dan bebas Intervensi. (3) memperkuat pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. “ Jika sampai 24 Mei 2015 tuntutan ini tidak di realisasi, maka KAMMI akan membuat gerakan yang lebih besar! Ujar Arbi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...