Langsung ke konten utama

Sejarah Telaga Pegat (Peninggalan Sunan Giri)

Tlaga Pegat diambil dari @suaragresik
Letaknya 300 M sebelah tenggara makam Sunan Giri, dinamakan Telaga Pegat karena memisahkan (Jawa : pegat ) dua gunung yaitu Gunung Bagong dan Gunung Patireman. Pada musim kemarau telaga ini kering sedang pada musim hujan airnya kadang-kadang meluap keluar dari telaga. Untuk menyalurkan luapan itu, maka dibuatlah pintu air. 

Pada waktu membuat telaga inilah Sunan Giri memimpin ribuan orang untuk mengerjakan telaga tersebut. Seperti halnya di Telaga Kembar, Telaga Pegat atau ditempat lainya maka salah satu ajaran yang disematkan adalah dilarang mengeluarkan celaan dalam bentuk apapun. 

Yang menarik di dalam telaga ini banyak dihuni oleh ikan. Setiap kali orang yang meluangkan waktu ber-rekreasi menyempatkan untuk mengail ikan tersebut. Walaupun demikian, sebagian orang mempercayai bahwa ikan hasil tangkapan tersebut tidak untuk dijual belikan, namun untuk makanan sehari hari

Selain dari pada itu bagi mereka yang percaya bahwa air telaga pegat bisa menyembuhkan bermacam-macam menyakit seperti reumatik, sakit kudis, angin merah (mati setengah), bisa sembuh denagan sebab mandi Tekaga Pegat. Telaga ini di buat pada tahun saka candra sengkala : “Telaga Pegat padusaning wong (1401 Saka)” 

(sumber: buku “sejarah dan dakwh islamiyah sunan giri” cetakan kesatu tahun 1975)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...