Langsung ke konten utama

Tradisi Kemanten Sunat dan Pencak Macan Lumpur Gresik

Tradisi Manten Sunat - RadarGresik
Gresik - Tradisi kemanten sunat yang sudah lama hilang dari peredaraan kemarin Jumat 13/03/15 kembali digelar oleh salah satu warga Gresik, Rizki Ramadan putra dari pasangan Rusli dan Erni, dengan menggunakan pakaian jawa Rizki yang baru berusia 4 tahun diarak menggunakan Kuda

Tradisi khas Lumpur Gresik ini sudah puluhan tahun tidak digelar, selain diarak manten sunat juga diiringai atraksi pencak macan dan musik banjari yang bernuansa Islam sehingga membutuhkan biaya dan pernak pernik yang tidak sedikit

Sementara itu Tradisi Pencak macan sebagai pengiring biasanya dimainkan sekitar 15 orang. Mereka ada yang berperan sebagai siluman macan dan makhluk halus. Dengan memakai pakaian hewan seperti macan, kera, singa dan kucing. Pemain yang berperan sebagai makhluk halus, mereka memakai pakaian menyerupai genderuwo dan iblis. Satu tim lagi memainkan musik khas Jawa tempo dulu

Dengan diselenggarakan kemanten sunat ini diharapkan budaya ini bisa dikenal masyarakat dan dilestarikan seperti disampaikan Erni (28) Ibunda Rizki yang asli dari Sulawesi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...