Langsung ke konten utama

1045 Siswa di Gresik Ikuti UNAS Dengan Sistem Komputer

Pelajar Gresik - sumber gresikkab
Perlu diketahui masyarakat bahwasanya sistem Ujian Nasional sekarang berbeda dari tahun sebelumnya, ada dua macam cara pengerjaan yaitu system computer base test (CBT) dengan menggunakan komputer dan paper base test (PBT) menggunakan kertas soal

Khusunya Gresik ada 1045 siswa yang mengerjakan ujian Nasional dengan system computer base test (CBT), dari 15.429 siswa di Gresik peserta ujian Nasional tingkat SMA tahun 2015. Ujian Nasional dengan system computer base test (CBT) diikuti oleh 3 lembaga yaitu SMA Negeri I Gresik sebanyak 321 siswa. SMA Muhammadiyah I Gresik 235 siswa dan SMK Negeri I Cerme 489 siswa.

“Selebihnya masih menggunakan system paper base test (PBT)” hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Mahin kepada Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono pada Kamis (9/4/2015) seperti dikutip dari gresikkab.go.id

Untuk soal Unas, Mahin mengatakan, rencana pengiriman soal Ujian Nasional SMA dari percetakan ke Polres Gresik dilakukan pada siang ini. Selanjutnya pada Sabtu soal-soal tersebut didistribusikan ke Polsek se Kabupaten Gresik. Meski demikian, soal Ujuan Nasional untuk sekolah di Bawean sudah dikirim lebih dulu.

sumber : Gresikkab.go.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Turun Drastis hingga 70 Persen, Ini Strategi Rahasia Kabupaten Gresik Tekan Angka Pernikahan Dini demi Selamatkan Masa Depan Anak

INIGRESIK.COM - Angka permohonan dispensasi kawin atau pernikahan dini di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami penurunan yang sangat tajam hingga pertengahan tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi dari Pengadilan Agama Kabupaten Gresik, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 170 kasus permohonan pernikahan di bawah umur yang diajukan oleh masyarakat.  Sementara itu, memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah pengajuan dispensasi tersebut berhasil ditekan secara signifikan dan berada di kisaran 50 perkara saja. Langkah taktis pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan berbagai instansi hukum menjadi kunci utama di balik keberhasilan memangkas angka perkawinan anak di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak secara masif terus memperkuat berbagai upaya pencegahan di lapangan untuk memastikan tren positif ini tetap terjaga. Penurunan ya...