Langsung ke konten utama

Hasil ISL 2015 : Persegres Kalahkan Pusamania

Persegres Raih kemenagan perdana - Gambar @Goal ID   
Gresik - Persegres sukses meraih kemenagan dalam laga perdana Indonesia Super League (ISL) 2015 yang berlangsung kemarin 5/4/15 di stadion Tridarma Petrokimia. Tuan rumah Persegres berhasil mengalahkan tamunya Pusamania Borneo FC dengan skor 2:1.

Persegres unggul terlebih dahulu pada menit ke-34 melalui kaki Yusuf Efendi disusul pada pada menit ke-45 Pemain dengan nomor punggung 10 Riko Simanjuntak berhasil mencetak gol dengan memanfaatkan umpan tarik Dzumafo di depan gawang Pusamania Borneo sehingga merubah keadaaan menjadi 2:0 di babak pertama

Erick Weeks Lewis berhasil memperkecil kekalahan pada menit ke-86 melalui sepakan kaki kirinya di dalam kotak penalti. merubah skor menjadi 2-1. dengan kemenangan ini merubah peringkat Persegres dari posisi 13 menjadi posisi 4 dalam klasemen sementara

Susunan pemain:
Gresik United: 22 M Ridwan; 81 Supriono, 14 Rendi Siregar, 55 Sasa Zecevic, 5 M Rifqi; 11 Bima Sakti, 17 Fitra Ridwan, 9 Yusuf Efendi, 26 M Kamri; 10 Riko, 99 Herman Dzumafo Cadangan: 12 Bayu Anggara, 7 David Faristian, 8 Dian Irawan, 27 Kacung K. M, 18 Matsunaga Shohei, 72 Fahrizal Dillah, 54 Wismoyo

Pusamania Borneo: 1 Galih Sudaryono; 4 Achmad Hisyam, 6 Djayusman Triasdi, 15 Afriyandi; 31 Hermansyah, 27 Oktovianus Maniani, 50 Erick Weeks Lewis, 99 Zulvin Zamrun, 5 Fandy Mochtar; 28 Terens Owang Puhiri, 20 Saktiawan Sinaga Cadangan: 16 Moch Juni Irawan, 46 Tommy Oropka, 10 Srdjan Lopicic, 7 Fandi Ahmad, 19 Ade Jantra, 21 Ari Supriatna, 25 Febri Setiadi Hamzah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...