Langsung ke konten utama

Klasifikasi Bangunan Bersejarah (Kuno) di Kabupaten Gresik Kawasan Kota Lama

Berikut Klasifikasi Bangunan Bersejarah (Kuno) di Kabupaten Gresik Kawasan Kota Lama yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan ITS diambil dari Study Analisa Asset Bangunan bersejarah kuno di Kabupaten  Gresik, setidaknya ada 4 pembagian sebagai berikut :
Salah Satu Penampakan Kampung Peranakan
Foto : Dimas Parikesit

KAMPUNG PERANAKAN 
Kampung peranakan inni lebih dikenal dengan kampung kemasan, sebuah kawasan yang terdiri dari beberapa bangunan dalam satu jalur (gang) yang saling berhadapan dan memiliki keunikan dan kekhasan arsitektur yang pada periode tertentu menjadi tanda kemajuan perkembangan kota Gresik Kawasan ini menjadi kawasan yang terbanyak terdapat bangunan bersejarah di kota lama kondidi bangunan ini masih utuh dan baik, dengan gaya arsitektur yang beragam yaitu kolonial,Cina, Melayu dan memiliki usia rata rata 100 tahun. Salah satunya adalah rumah gajah mungkur 

AREA BANGUNAN KOLONIAL 
Area ini merupakan bagian dari pusat pemerintahan masa lalu seperti gedung kantor pos, pos polisi, pengadilan, sekolahan. Gedung bakti pertiwi dahulu sebagai gedung ballroom aniem Kantor perusahaan Listrik Negara, Tower sirine sebagai alat penyampai tanda suara untuk keadaan darurat kota, dan rumah wakil bupati dahulu sebagai rumah residen Ciri khas bangunan sangat kental dengan nuansa kolonial dengan atap yang emiliki sudut tinggi, terdapat pilar beton dibagian depan dan bukaan jendela yang lebar 

KAMPUNG PECINAN 
Salah satu yang membentuk karakter kota lama Gresik adalah keberadaan kampung Cina (pecinan) yang diengkapi dengan adanya klenteng. Lokasinya te[at bersebelahan dengan kampung Arab dan pelabuhan menunjukan kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan masa lalu sekaligus menjadi pintu masuknya budaya Cina, Arab, dan Jawa . Kampung ini ad sekitar 1600 M. Ciri ciri bangunan ini adalah atapnya melengkung 

KAMPUNG ARAB & MELAYU 
Kampung Arab & Melayu terletak di Kota lama Gresik. Kampung Arab ini ada sekitar tahun 1487, ditandai dengan adanya komplek Makam Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh centralnya Selain keberadaan makam tersebut, bangunan bangunan lain yang ada di kampung Arab sebagian adalah rumah tinggal yang memiliki campuran Kolonial-China-Lokal tersebut dapat dilihat dengan penggunaan bahan kayu sebagai kerangka utama dinding kusen jendela. Letak pintu dan jendela yang simetri dan diperkuat dengan pintu kupu tarung ditengah-tengahnya, serta keberadaan dua kolom besi/kayu didepan bangunan tersebut menunjukan adanya pengaruh bangunan kolonial terhadap arsitektur tradisional tersebut 

Tulisan "Klasifikasi Bangunan Bersejarah (Kuno) di Kabupaten Gresik Kawasan Kota Lama"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkuat Sinergi Desa dan Polisi, Kapolres Gresik Luncurkan “Lapor Cak Roma” untuk Wujudkan Gresik Aman dan Kondusif

INIGRESIK.COM  – Dalam semangat mempererat kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah desa, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menggelar silaturahmi bersama jajaran Ketua Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) se- Kabupaten Gresik , Jumat (10/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula SAR Polres Gresik itu dihadiri Wakapolres Kompol Danu Anindhito Kuncoro, pejabat utama Polres Gresik, serta Ketua PKDI Kabupaten Gresik, Nurul Yatim, yang juga Kepala Desa Baron, Kecamatan Dukun, bersama seluruh Ketua PKDI tingkat kecamatan. Dalam arahannya, Kapolres Rovan menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pemerintah desa untuk menjaga Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) . Ia menegaskan, keamanan bukan semata tugas kepolisian, namun juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh kepala desa dan masyarakat. “Kami berharap peran aktif para kepala desa dalam mendukung program strategis Polres Gresik, termasuk mengaktifkan Sat Kamling dan memperluas ...