Langsung ke konten utama

MAPALA Biru Pelopori Aksi Hari Bumi


Peserta Aksi Hari Bumi
Gresik - Sejumlah aktivis lingkungan MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) Biru Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melakukan aksi turun jalan dalam rangka memperingati hari bumi Minggu, 26 April 2015 bertempat di bundaran GKB. Salah satu aksinya yaitu membersihkan pepohonan dari paku, spanduk / atribut yang di sengaja di paku di pohon dan merusak pemandangan.

Aksi Turun jalan ini yang di koordinatori oleh MAHAPALA Biru UMG, di ikuti oleh MAPALA sekitar Gresik di antaranya MAPALA UMS (Universitas Muhammadiyah Surabaya) atau MAPALAS, MAPALA UNIDA (Universitas Darul Ulum Lamongan) atau Green Start, SISPALA (Siswa Pencinta Alam) dan perkumpulan MAPALA Mayar. 

Aksi turun jalan ini di mulai dari jam 6 pagi sampai bersih, dengan jumlah peserta 75 orang. Untuk mempercepat pembersihan pohon mereka membagi 2 kelompok, pertama di jalan DR wahidin dari kampus UMG sampai pertigaan my donal dan kelompok kedua dari kampus UMG sampai kantor Bupati gresik. 

"Masyarakat harus sadar, mempunyai nilai dan punya tanggung jawab, kita hidup tidak sendiri. Pohon adalah penghasil oksigen kalau alam sudah tidak bersahabat maka kita sendiri yang akan rugi " Ujar Hipo salah satu peserta ketika diminta keterangan mengenai aksi tersebut

Selain aksi turun ke jalan, pada tanggal 25 April 2015, mereka menggelar Seminar Cintai Lingkungan di kampus UMG. Harapannya agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga pepohonan di sekitar. Pohon tanpa di minta, sudah memberikan Oksigen untuk kehidupan, tapi kenapa malah kita rusak.? Ungkap Nur Setia Nigsih selaku koordinator lapangan. 

Muhamad Wildan Ichsani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Berwawasan Pendidikan Gresik

DASAR PEMIKIRAN Perubahan selalu dialami oleh semua, baik individu maupun organisasi, tidak ada satupun individu dan organisasi di dunia ini yang tidak mengalami perubahan, bahkan gelombang perubahan makin tak terbendung. Dengan kemajuan teknologi informasi, organisasi kini berada pada lingkungan dinamis dan penuh persaingan. Hal tersebut menuntut individu dan organisasi untuk menyesuaikan cara-cara berusaha dan mencapai tujuan yang diinginkan. The Constant is change , itulah bahasa yang tepat untuk menggambarkan sifat perubahan itu sendiri. seakan-akan mengikuti sabda alam, semua hal mengalami perubahan, apakah berangsur-angsur ataukah drastis. Perubahan itu dapat berupa perubahan kemampuan pengetahuan, perubahan mental, perubahan lingkungan dan yang jelas perubahan itu pasti terjadi mau tidak mau, suka tidak suka. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat sudah seharusnya melibatkan diri dalam usaha pencerahan, pemberdayaan, pendampingan, pengabdian bagi p...