Langsung ke konten utama

Sejarah Desa Pekauman Gresik

Alun Alun di Depan Masjid Jami' Pekauman
Bagi pembaca yang berada di luar Gresik tentu tidak asing dengan nama desa Pekauman, memang nama ini sering disematkan pada suatu daerah, karena kemudahan melafalkannya . Jadi tidak hanya di Gresik saja.

Nama Pekauman yang merupakan nama desa di Gresik ini, berasal dari kata kauman, yang berarti kaum beriman, jadi maksud dari penamaan Pekauman adalah pemukiman atau tempat tinggal orang beriman. Kalau dilihat sejarahnya daerah ini memang banyak tinggal para Ulama saat itu seperti KH Zubair, Habib Alwi Hasyim Assegaf, KH Danyalin, serta Buyut Doro

Bangunan bersejarah yang berada di daerah ini antara lain adalah Masjid Jami' yang didirikan oleh para penyebar agama Islam saat itu, tepatnya sepeninggal Nyi Ageng Pinatih yang juga sebagai ibu angkat yang mengasuh dan membesarkan sekaligus mendidik Raden Paku atau yang lebih dikenal dengan Sunan Giri

Budaya yang sangat kuat sampai sekarang adalah lebaran kupatan yang tidak didapati di daerah lain di Gresik, yang pernah dibahas di blog ini "Tradisi Riyaya Kupat di Gresik". Selain itu budaya ngopi juga sangat kental, selain berfungsi sebagai sarana bertukar informasi warung kopi disini biasa digunakan sebagai teman ronda untuk menjaga keamanan desa

sumber : Sang Gresik Bercerita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...