Langsung ke konten utama

Sejarah Desa Pekauman Gresik

Alun Alun di Depan Masjid Jami' Pekauman
Bagi pembaca yang berada di luar Gresik tentu tidak asing dengan nama desa Pekauman, memang nama ini sering disematkan pada suatu daerah, karena kemudahan melafalkannya . Jadi tidak hanya di Gresik saja.

Nama Pekauman yang merupakan nama desa di Gresik ini, berasal dari kata kauman, yang berarti kaum beriman, jadi maksud dari penamaan Pekauman adalah pemukiman atau tempat tinggal orang beriman. Kalau dilihat sejarahnya daerah ini memang banyak tinggal para Ulama saat itu seperti KH Zubair, Habib Alwi Hasyim Assegaf, KH Danyalin, serta Buyut Doro

Bangunan bersejarah yang berada di daerah ini antara lain adalah Masjid Jami' yang didirikan oleh para penyebar agama Islam saat itu, tepatnya sepeninggal Nyi Ageng Pinatih yang juga sebagai ibu angkat yang mengasuh dan membesarkan sekaligus mendidik Raden Paku atau yang lebih dikenal dengan Sunan Giri

Budaya yang sangat kuat sampai sekarang adalah lebaran kupatan yang tidak didapati di daerah lain di Gresik, yang pernah dibahas di blog ini "Tradisi Riyaya Kupat di Gresik". Selain itu budaya ngopi juga sangat kental, selain berfungsi sebagai sarana bertukar informasi warung kopi disini biasa digunakan sebagai teman ronda untuk menjaga keamanan desa

sumber : Sang Gresik Bercerita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Berwawasan Pendidikan Gresik

DASAR PEMIKIRAN Perubahan selalu dialami oleh semua, baik individu maupun organisasi, tidak ada satupun individu dan organisasi di dunia ini yang tidak mengalami perubahan, bahkan gelombang perubahan makin tak terbendung. Dengan kemajuan teknologi informasi, organisasi kini berada pada lingkungan dinamis dan penuh persaingan. Hal tersebut menuntut individu dan organisasi untuk menyesuaikan cara-cara berusaha dan mencapai tujuan yang diinginkan. The Constant is change , itulah bahasa yang tepat untuk menggambarkan sifat perubahan itu sendiri. seakan-akan mengikuti sabda alam, semua hal mengalami perubahan, apakah berangsur-angsur ataukah drastis. Perubahan itu dapat berupa perubahan kemampuan pengetahuan, perubahan mental, perubahan lingkungan dan yang jelas perubahan itu pasti terjadi mau tidak mau, suka tidak suka. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat sudah seharusnya melibatkan diri dalam usaha pencerahan, pemberdayaan, pendampingan, pengabdian bagi p...