Langsung ke konten utama

Aston Martin Produsen Mobil James Bond

Produsen mobil Aston Martin Lagonda yang dikenal sebagai tunggangan James Bond, mencari citra baru. Mereka ingin dipandang sebagai merek mewah yang diminati kaum perempuan. Andrew Palmer, mantan petinggi Nissan Motor yang diangkat menjadi CEO Aston Martin Oktober lalu, ingin produsen mobil mewah yang sudah berusia 102 tahun itu berubah menjadi merek barang mewah. 

“Kami menggambarkan diri sendiri sebagai Hermès-nya mobil,” ujar Palmer dalam sebuah wawancara, dilansir WSJ. Strategi utama pendukung rencana itu adalah menjangkau basis konsumen yang lebih luas, papar sang CEO. Dari 70 ribu unit Aston Martin yang telah terjual, 95% pembeli adalah laki-laki, sehingga perusahaan ingin lebih memikat konsumen wanita, katanya. 

Industri mobil merupakan bisnis yang padat modal dengan biaya yang tinggi. Luca Solca, analis barang mewah dari Exane BNP Paribas, menilai tidak masuk akal jika perusahaan barang mewah berinvestasi di sektor otomotif, karena imbal hasilnya lebih rendah ketimbang barang mewah tradisional. “Pemegang saham perusahaan barang mewah akan kehilangan nilai saham,” ucap Solca

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...