Langsung ke konten utama

OPAH !!! Ikan Berdarah Panas Pertama di Dunia

Foto Ikan : Kompas
Penemuan baru yang dipublikasikan dalam jurnal Science Kamis (14/5/2015) ditemukan adanya ikan berdarah panas baru, penemuan yang dipublish oleh Nicholas Wagner, biolog dari Badan Administrasi Atmosfer dan Kelautan Amerika Serikat (NOAA) ini menamai dengan nama ikan opah atau nama latin Lampris guttatus

Seperti sudah sering kita dapatkan, hewan berdarah panas mampu mengatur suhu tubuh menggunakan mekanisme internal. Sementara hewan berdarah dingin melakukan adaptasi terhadap suhu dengan perilaku. Dalam penelitian ini Wagner dan rekannya menandai sejumlah opah yang hidup di lepas pantai California. Mereka melacak pergerakan opah, membaca suhu tubuh, serta suhu dan kedalaman tempatnya bergerak

Opah adalah ikan pelagis berbentuk oval yang memiliki berat rata-ratanya 90 kg. Biasa hidup pada kedalaman 50-300 meter di lautan untuk berburu cumi-cumi. Owyn Snodgrass dari NOAA menambahkan, ikan opah ini bisa mempertahankan suhu karena struktur unik pada insangnya yang memungkinkan darah yang meninggalkan organ tersebut dihangatkan sebelum disebarkan ke seluruh tubuh. 

sumber : kompas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...