Langsung ke konten utama

Terkait ‘Suara dari Langit’ Ini Penjelasan Ilmiah Dr Warsito

“Suara dari langit” seperti yang diberitakan di bawah memang menyeramkan. Apa penjelasan ilmiah yang mungkin? 
Kebetulan disertasi saya di Dept. of Applied Electronic Science and Technology, Shizuoka Univ. (1997) adalah tentang propagasi (rambatan) gelombang suara/ultrasonik dan interaksinya dengan medium, partikel dan gas. 

Pertama, secara teoritis/prinsip gelombang suara HANYA timbul/muncul (dari kondisi yang tadinya tidak ada) karena adanya perubahan densitas/kerapatan medium (udara) yang terjadi secara cepat. Secara fisika gelombang suara didefinisikan sebagai rambatan tekanan dalam medium yang menyebabkan perubahan kerapatan medium. Sebagai contoh, pada saat kita menepuk meja dengan tangan, tekanan keras dan cepat dari tangan menyebabkan udara tepat pada saat tangan mengenai meja mengalami kompresi/desakan secara cepat menimbulkan suara hentakan. Hal yang sama terjadi pada mesin pesawat atau benda berputar/baling-baling. Panas juga bisa menimbulkan gelombang suara apabila menyebabkan perubahan suhu dan kerapatan medium secara cepat. 

Kedua, gelombang suara berbeda dengan gelombang elektromagnetik (cahaya, microwave, radio); gelombang suara hanya bisa merambat apabila ada medium (udara, tanah, zat cair atau padat). Jadi TIDAK MUNGKIN ada gelombang suara yang merambat berasal dari angkasa luar/langit sampai pada atmosfir bumi, karena di luar atmosfir tak ada medium (ruang hampa) yang tak memungkinkan gelombang suara bisa merambat. Jadi kemungkinan suara berasal dari meteor di angkasa tak mungkin, dan kemungkinan suara berasal dari gelombang elektromagnetik seperti dilansir UnionTribune San Diego sangat kecil, karena gelombang elektromagnetik tak akan berubah menjadi gelombang suara kecuali melewati zat piezoelektrik, dan udara tak mempunyai sifat piezoelektrik. 

Ketiga, gelombang suara mengalami pemantulan/pembelokan saat melewati medium dengan kerapatan berbeda. Gelombang suara dari dalam tanah ke udara atau dari dalam air ke udara lebih dari 99%-nya kembali ke tanah/air. Jadi kemungkinan suara berasal dari dalam perut bumi (karena aktifitas geologi) sangat kecil sekali. 

KESIMPULANNYA, suara yang terdengar luas di langit Eropa hingga Amerika Utara adalah berasal dari atmosfir bumi sendiri, bukan dari angkasa luar, dan bukan dari perut bumi. Dan penyebabnya tidak lain karena adanya perubahan kerapatan lapisan udara pada atmosfer bumi sendiri. Yang memungkinkan jadi penyebabnya adalah perubahan suhu yang mendadak karena perubahan musim atau perubahan kerapatan lapisan udara karena proses rusaknya lapisan ozon yang cepat akibat reaksi kimia dengan zat pencemar udara. Kalau penyebabnya adalah karena rusaknya lapisan ozon yang cepat, hal ini akan menjadi 

WARNING buat populasi di bumi. Demikian, semoga membantu. Dr Warsito Purwo Taruno

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...