Langsung ke konten utama

Film "Ketika Mas Gagah Pergi" Tayang Januari 2016

Sastrawan produktif Helvy Tiana Rosa sebagai penulis novel Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) berharap novelnya yang sudah cetak sebanyak 39 kali, dapat tayang menjadi film dakwah remaja tidak menggurui dan dapat diterima anak muda dari berbagai kalangan. "Dari alay sampai rohis," setidaknya bisa menyamai kesuksesan film remaja Ada Apa Dengan Cinta. "Ingin bikin seperti AADC versi religi," kata Helvy di sela Wardah Day, Jakarta, Sabtu (27/6) petang. 

Film yang diambil dari novel KMGP tahun 1992 ini mengisahkan hubungan Gita dengan abangnya Mas Gagah (Hamas Izzuddin) tentang hijrah dan keindahan Islam. Ada pula tokoh Yudi (Masaji Wijayanto) sebagai pemuda yang kerap berdakwah di tempat umum serta Nadia (Izzatin Ajrina), muslimah yang memutuskan berjilbab saat kuliah di Amerika. Fredy Aryanto didapuk menjadi penulis skenario, sementara kedudukan sutradara dipercayakan kepada Firmansyah. 

Para pemeran utama adalah wajah-wajah baru didapat melalui tes peran secara online lewat YouTube. Adaptasi layar lebar KMGP dibuat dengan urun dana (crowdfunding) karena Helvy belum bertemu dengan Rumah Produksi yang sejalan dengan visinya. Sejak September 2014, Helvy telah berkeliling ke 100 kota untuk urun dana sekaligus sosialisasi film KMGP. Dana sebesar Rp300 juta telah terkumpul dari berbagai pihak, mulai dari penggemar novel KMGP hingga anak tukang sampah yang menyumbang Rp50.000 karena ingin turut berpartisipasi. 

Jumlah tersebut memang belum mencukupi, namun Helvy optimistis pengambilan gambar di Jakarta dan Maluku Utara dapat dimulai pada Oktober 2015 sehingga KMGP bisa tayang pada Januari tahun depan. "Banyak yang tiba-tiba bilang ingin membantu... Dwiki Dharmawan bilang mau bantu bikin musik, editor Rizal Basri juga terlibat, ada 27 orang yang menyumbangkan lagu," papar dia. 

Sejauh ini ada tiga Rumah Produksi yang menyatakan ketertarikannya menggarap film KMGP, namun belum ada yang sejalan dengan idealisme Helvy. "Ada yang ingin mengubah cerita sehingga spirit cerita ini hilang, saya tidak mau karena saya ingin mempertahankan ceritanya," jelas kakak penulis Asma Nadia itu. Ketertarikan banyak rumah produksi membuktikan potensi dari film KMGP, ujar pendiri Forum Lingkar Pena itu. "Mereka yang dulu baca KMGP dulu masih SMP atau SMA, sekarang mereka sudah jadi keluarga kelas menengah muslim, itu berarti pasar," papar dia. Gerakan urun dana ini diharap Helvy dapat menjadi contoh gerakan budaya bahwa sineas dapat secara mandiri berkarya tanpa bergantung kepada pemilik modal. 

Nomor Rekening “Patungan Bikin Film
1. Bank Mandiri Cabang Margo City Depok 1570087778883 a.n. Lembaga Forum Lingkar Pena
2. BNI Syariah cab Margonda 0259296140 a.n Yayasan Lingkar Pena
3. Bank Mandiri 1640000965592 a.n Aksi Cepat Tanggap

Konfirmasi via sms ke 08121056956 (Risty)
Format konfirmasi: Nama _Jumlah_Rekening yang dituju Contoh: Ramadhan F_Rp 100.000,-_BNIS. Pelaporan dana akan dilakukan di web resmi http://www.masgagah.com


sumber : antaranews | masgagah com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...