Langsung ke konten utama

Sejarah Penamaan Desa "Manyar"

Sejarah Manyar
Tersebutlah dari sebuah cerita desa Manyar berawal dari munculnya daratan yang disebabkan adanya daratan baru yang muncul di pesisir utara Gresik tepatnya disebelah barat. Daratan ini diketahui berasal dari endapan pasir tanah bercampur dengan kapur yang terbawa oleh air hujan dari arah selatan yang memiliki kontur lebih tinggi

Karena proses endapan yang berlangsung puluhan hingga ratusan tahun maka semakin luas dan menarik banyak orang untuk tinggal dan menetap disana. Selaindekat dengan laut yang memudahkan untuk mencari ikan daerah ini juga banyak ditumbuhi berbagai tanaman mangrove atau bakau 

Beberapa orang menyebut dataran baru ini dengan Lemah (daratan atau tanah, Jawa) Anyar (baru,Jawa). Kedua kata ini kemudian diakronimkan sehingga kata Lemah Anyar menjadi Manyar


Keberadaan berbagai tumbuhan disana juga sangat disukai oleh berbagai burung. sehingga untuk mengingat dan lebih menghafal orang sekitar menyebutnya burung Manyar. Sehingga dalam perkembangannya Manyar menjadi nama sebuah desa yang terbagi antara lain Manyar Rejo, Manyar Sidomukti, Manyar Sidorukun

Sumber : Sekelumit asal usul nama desa oleh Loemaksono; Persada; 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...