Langsung ke konten utama

Daftar Jalan Rawan Macet Arus Mudik Pantura

Peta Mudik 2015

Berikut Daftar Jalan Rawan Macet Arus Mudik ( yang perlu anda ketahui sebelum melintasi jalan raya pantura :

1. Pintu dan keluar tol (Jakarta - Pejagrebesan, Brebes
adanya penumpukan kendaraan yang berlebih di pintu tol

2. Pasar Brebes
Volume kendaraan meningkat, jalan dua lajur bisa menjadi satu lajur karena adanya aktifitas pasar yang berada di pasar Brebes

3. Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Dr Setiabudi- Dr Sutomo Pekalongan
Salah satu penyebab kemacetan adalah banyak persimpangan jalan, adanya aktifitas pasar dan jalanan menyempit

4. Jalan raya Subah Batang
Adanya kendaraan berat yang kesulitan menanjak

5. Jalan Rembang Sempit
Akses jalan menyempit dan menikung, adanya aktifitas pasar di jalan raya sehingga menganggu kelancaran lalu lintas

6. Kecamatan Semanding dan Kecamatan Bancar Tuban.
Semanding jalan menanjak dan dilewati oleh satu-satu, di Bancar jembatan hanya digunakan oleh satu jalur saja

7. Penyempitan jalan di Duduk Sampeyan Gresik
Adanya penyempitan di perempatan duduk sampeyan dekat stasiun kereta api

8. Pertemuan jalan Gresik -Babat Terminal Bunder Gresik
Banyak kendaraan besar yang antri lewat, dan kendaraan yang parkir diluar terminal

9. Penyempitan lajur dan jalan bergelombang Kidul Dalem Bangil

10. Parkir Liar di depan HM sampoerna Probolinggo

Rawan Kecelakaan ada di daerah
1. Pejagan dan Bulukamba Brebes
2. Raya Subah dan alas roban Batang

Demikian daftar lajur rawan macet dan kecelakaan khusus untuk jalur utara, semoga bisa bermanfaat dan berguna bagi anda yang akan mudik melalui kendaraan darat mobil atau bis umum

sumber : jawapos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...