Langsung ke konten utama

Juarai Kontes Bandeng, Bukti Eksistensi Petambak Mengare

Ada kisah menarik dibalik pasar bandeng akhir ramadhan kemarin, dalam sebuah komentar di sosial media iniGresik sempat ada yang tidak percaya ada foto 3 bandeng yang berukuran besar diatas panggung. 

Ternyata pemilik ikan besar tersebut adalah Arif Rahman Hakim yang berasal dari Tanjung Widoro sebagai juara satu kontes, disusul Ahmad Najich petambak asal Mengare juga yang meraih juara dua,  dan Andila petambak asal Desa Sembayat yang meraih juara ketiga

Pasar bandeng sekaligus kontes bandeng tahun ini memunculkan nama Arif Rahman Hakim sebagai pemilik bandeng terbesar dan terberat sekaligus menjuarai kontes dengan berbobot 7,9 kg dan memiliki umur bandeng sekitar 20 tahun 

Arif yang merupakan keluarga petambak asal Tanjung Widoro Mengare ini berhasil mendapatkan hadiah sebesar 15 juta dengan modal bandeng yang berusia tertua sekitar 20 tahun, bandeng sang juara tersebut ternyata dipelihara dengan berbagai teknik agar bertahan lama dan mendapatkan bandeng yang diinginkan

Salah satu teknik yang digunakan adalah dengan memindahkan dari satu tambak menuju tambak yang lainnya serta mengatur kadar air garam dan tawar agar seimbang, selain itu pemeliharaan bandeng diupayakan menggunakan air setinggi pinggang orang dewasa. Begitu penjelasan Arif Rahman Hakim yang dikutip dari harian Jawa Pos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...