Langsung ke konten utama

Tips Agar Ingatan Tajam ? Coba Gerakan Mata Ini

Kabar bagus bagi kita yang biasa lupa dan susah menghafal ? Sebuah latihan singkat yang ditemukan dari hasil studi peneliti Manchester Metropolitan University Hanya perlu waktu 30 detik untuk melakukannya. Menurut studi tersebut, gerakan mata horizontal mengaktifkan saraf-saraf di otak. Gerakan mata ke kanan mengaktifkan otak kiri, sedangkan gerakan mata ke kiri akan mengaktifkan otak kanan. Pengaktifan kedua bagian otak melalui gerakan mata tersebut membuat komunikasi di otak menjadi lebih baik untuk mengingat.

Dalam penelitian tersebut, Parker meminta 102 siswa untuk mengingat 15 kata. Setelah mendengar keseluruhan kata, sepertiga partisipan diminta menggerakkan mata ke kanan dan kiri. 

Ternyata kemampuan mengingat siswa yang menggerakkan mata ke kanan dan ke kiri lebih baik dibandingkan siswa yang menggerakkan mata ke atas dan ke bawah maupun yang tidak menggerakkan mata sama sekali. Jika penelitian tersebut dilakukan di Inggris, kesimpulan yang sama juga dinyatakan oleh Psikolog dari University of Toledo, Amerika Serikat (AS), Stephen Christman. “Gerakan mata bisa membantu orang untuk mengidentifikasi sumber paling benar di ingatan mereka,” kata Stephen seperti dikutip Liputan6 dari Live Science, Kamis (23/7/2015). 

Kendati demikian, Parker mengatakan manfaat menggerakkan mata ke kanan dan ke kiri dalam hubungannya dengan kekuatan ingatan tersebut perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut. Sehingga dapat dipahami korelasi gerakan mata dengan daya ingat. 


Sumber : Liputan 6 | beda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...