Langsung ke konten utama

Daftar 68 Nama Paskibraka 2015 dan Asal Sekolah

Sebanyak 68 orang pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada upacara HUT Kemerdekaan ke-70 RI Senin besok (17/8) 

-Aceh : Ricky Satria Pratama (SMAN 1 Seunagan, Nagan Raya) dan Nadilla Tasya Aprilia (SMAN 1 Langsa).
-Sumatera Utara: Albertus Agung B. Marbun (SMA Unggul Del Toba Samosir) dan Rizky Khairani (SMA Taman Siswa Pematang Siantar).
-Sumatera Barat: Zainal Aziz (SMAN 1 Payakumbuh) dan Suci Tisara Pajri (SMAN Agam Cendikia).
-Riau: Daulat Halomoan Simatupang (SMAN 1 Lirik, Indragiri Hulu) dan Suomi Bologni Aprilina Simorangkir (SMA Plus Taruna Andalan, Pelalawan).
-Kep. Riau: Raja Zulfan Fachreza Z. (SMKN 1 Karimun) dan Sherena Meta Rivai (SMA Kartini Batam).
-Jambi: Rachman Wijaya Kusuma (SMAN 6 Merangin) dan Izzia Aisyah (SMAN 4 Batanghari).
-Sumatera Selatan: Rahmat Kurnia Ahyan (SMA Taruna Tunas Bangsa) dan Siti Rahman Dianisa (SMAN 4 Unggul Lahat).
-Kep. Babel: Muhammad Zulfikar AR. (SMKN 1 Kelapa Kampit Belitung) dan Suci Pratiwi (SMKN 1 Pandan Belitung).
-Bengkulu: Madri Sapta Alvansa (SMAN 1 Arga Makmur) dan Dinda Ayu Retno Sari (SMAN 1 Bengkulu).
-Lampung: Rio Septian Jaya (SMAN 1 Kota Gajah) dan Della Elvira Herlika (SMAN 1 Metro).
-DKI Jakarta: Langlang Wirabuana (SMAN 20 Jakarta Pusat) dan Hanna Enah Supit (SMAN 82 Jakarta Selatan)>
-Jawa Barat: Rayandhika Renarand (SMAN 10 Bogor) dan Intania Kusuma Wardhani (SMA Plus Astha Hannas).
-Banten: Muhammad Fadly Yusuf (SMAN 2 Tangerang) dan Maria Felicia Gunawan (SMAK Penabur Gading Serpong).
-Jawa Tengah: Rizman Warno Suhendro (SMKN 2 Klaten) dan Tika Permata Murni (SMAN 15 Semarang).

-DI Yogyakarta: Krisna Noven Pratama (SMAN 3 Yogyakarta) dan Farahdiba Ayu Kinasih (SMAN 1 Yogyakarta).
-Jawa Timur: Rangga Sukma Amnesty (SMAN 1 Blitar) dan Rieka Sigita Suharto (SMAK Petra 4 Sidoarjo).
-Bali: I Nyoman Buda Arimbawa (SMAN Bali Mandara) dan Komang Ayu Trisna Maharani (SMAN 2 Semarapura).
-Nusa Tenggara Barat: Yusufian Habib Saputro (MAN 1 Mataram) dan Baiq Bonita Anandya F (SMAN 1 Mataram).
-Nusa Tenggara Timur: Dominikus Doni (SMAN 1 Balauring) dan Serena Cosgrova Francis (SMAN 3 Kupang).
-Kalimantan Barat: Abdul Aziz (SMAN 10 Singkawang) dan Caroline (SMAN 1 Sekadau).
-Kaimantan Tengah: Amal Ahsan (MAN Muara Teweh) dan Nova Andini Putri (SMAN 1 Muara Teweh).
-Kalimantan Selatanl: Agus Budi Setiawan (SMK Penerbangan Banjarbaru) dan Fatmathalia Ranti (SMAN 7 Banjarmasin).
-Kalimantan Timur: Muhammad Syandy Al Amin (SMAN 1 Tanah Grogot) dan Lucya Margaretha Chrismas Manalu (SMAN 3 Samarinda).
-Kaltara: Dirgantara Maesa Putra (SMAN 2 Tarakan) dan Tuty Chounie Tampubolon (SMAN 1 Malinau).
-Sulawesi Utara: Rodrygo S. Kaemor (SMA Katolik Don Bosco) dan Andrea Gracelia Zetanya Kumenaung (SMA Kristen Eben Haezar Manado).
-Sulawesi Barat: Muh. Arya Ramadhan (SMAN1 Mamuju) dan Nadila Isnayni Ibrahim (SMAN 1 Mamuju).
-Sulteng: Muhammad Razak (SMAN 1 Sindue, Donggala) dan Arizah Fikria (SMAN 1 Palu).
-Sultra: Muhammad Faisal Sarlan (SMAN 1 Uepai) dan Chintya Arliana Putri (SMAN 1 Kendari).
-Sulsel: Reza Rezky Pratama (SMAN 2 Watampone) dan Reza Karsini (SMAN 1 Bantaeng).
-Gorontalo: Alwy Alfiah Antum (SMAN 3 Gorontalo) dan Rani Noerinsan (SMAN 3 Gorontalo).
-Maluku: Paulus Louis FM. Ngamel (SMA Seminari Ambon) dan Farah Azahra Rahmad (SMAN 11 Ambon).
-Malut: Agil Sjech Abu Bakar (SMAN 8 Kota Ternate) dan Vitrah Ramadhantie Albugis (SMA Katholik Bintang Laut Ternate).
-Papua Barat: Roid Kevin Chandra Samori (SMAN 2 Manokwari) dan Ester Al Raunsai (SMAN 1 Manokwari).
-Papua: Briand Vinsend Power Felle (SMA 1 Sentani) dan Djenny Maria Sidney Rumayomi (SMA YPPK Asisi Sentani).

Sumber : JPPN antaranews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Turun Drastis hingga 70 Persen, Ini Strategi Rahasia Kabupaten Gresik Tekan Angka Pernikahan Dini demi Selamatkan Masa Depan Anak

INIGRESIK.COM - Angka permohonan dispensasi kawin atau pernikahan dini di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami penurunan yang sangat tajam hingga pertengahan tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi dari Pengadilan Agama Kabupaten Gresik, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 170 kasus permohonan pernikahan di bawah umur yang diajukan oleh masyarakat.  Sementara itu, memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah pengajuan dispensasi tersebut berhasil ditekan secara signifikan dan berada di kisaran 50 perkara saja. Langkah taktis pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan berbagai instansi hukum menjadi kunci utama di balik keberhasilan memangkas angka perkawinan anak di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak secara masif terus memperkuat berbagai upaya pencegahan di lapangan untuk memastikan tren positif ini tetap terjaga. Penurunan ya...