Langsung ke konten utama

Daftar Penumpang Trigana Air Yang Hilang

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan berikut daftar penumpang di pesawat Trigana Air yang hilang di Papua. Total ada 49 penumpang, yang terdiri dari 44 penumpang dewasa, sisanya anak-anak dan bayi.
Spesifikasi Pesawat Trigana Air

1. Endah Muatika Sari
2. La boni
3. Yukita Kalakmabin.
4. Markus Kalakmabin.
5. Oscar Manginto.
6. Menakem Mote.
7. Yosi Mote.
 8. Agustinus Luarmase.
 9. Dewa Putu Raka.
10. M.n Aragae.
11. Yustinus Hurulean.
12. Laode
13. Waode Suriana.
14. Yohanis Kiabra
15. Yunus Setamanggi.
16. Supriani.
17. Pariem
18. Ardono Hikmat.
19. Yundriadi.
20. Susilo.
21. Utopdana Hosea.
22. Asirun.
23. Amran.
24. Musfia.
25. Wengdepen Balmuki.
26. Esap Aruman.
27. Pieter. 28. Surya.
29. Tenua Babingga.
30. Natikonop Ierenius.
31. Marusaha Sitorus. 32. Armaita 33. Epiardi.
34. Eki Kimki.
35. Kepideal. 36. Petrus Tekwge
37. Kasikmabin Enggelbertus.
38. Milka Kalakamabin.
39. Ewelin Urobmabin.
40. Theo Steben kalakmabin.
41. Yusron.
42. Egeneo Dilam.
43. Enilia Gobai.
45. Ronal Dilam.
46. Alimdam Yawan.
47. Netodius
48. Marcelino.
49. Palerin.

sumber : detik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...