Langsung ke konten utama

Gabungan Serikat Pekerja Tolak PHK, Kenaikan Harga & Pekerja Asing

Demo Buruh 1 September 2015 Surabaya
Gabungan serikat pekerja di Gresik, Jawa Timur, hari ini Selasa (01/09) turun ke jalan menuju Kantor Gubernur Jatim dengan melakukan konvoi ratusan kendaraan bermotor. Mereka memprotes kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, penuntasan masalah pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak melemahnya Rupiah terhadap dolar Amerika, serta penolakan invasi pekerja asing yang semakin marak di Indonesia

Aksi demonstrasi ini juga dilakukan para buruh di beberapa daerah di Indonesia, gabungan buruh Gresik ini berasal dari berbagai elemn serikat pekerja di Gresik seperti FSPMI, KSPI, SPSI, KSBSI dan SPN, mereka melakukan konvoi sepeda motor dan truk bak terbuka. 

Pergerakan dimulai dari kawasan Industri Maspion, Kecamatan Manyar, dan akan berkumpul dengan rekan-rekannya sesama buruh dari berbagai wilayah di Jawa Timur, untuk ikut serta mendesak tiga tuntutan tersebut. Selain menuntut penuntasan masalah PHK, memprotes kenaikan harga dan minta pemerintah menghentikan masuknya pekerja asing, Fajar Abdillah, korlap aksi mengatakan, para buruh juga menuntut perbaikan jaminan kesehatan dan kesejahteraan.


"Gabungan Serikat Pekerja Tolak PHK, Kenaikan Harga & Pekerja Asing" dari berbagai sumber
foto : @arum_bagenda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...