Langsung ke konten utama

Mati Suri Tari Tayung Gresik

Tari Tayung Raci merupakan sebuah kesenian tradisional khas Gresik yang mati suri hampir selama 30 tahun. Tarian warisan leluhur desa itu seolah hilang ditelan zaman bahkan tak lagi terdengar keberadannya. Nama Tayung Raci tidak dapat dilepaskan dengan Desa Raci Kulon. 
Tari Tayung - Sumber Gresiktrip

Desa Raci Kulon adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Memiliki luas wilayah sekitar 257 hektar dengan julah penduduk sekitar 735 jiwa. Menurut sejarah tutur turun temurun, tarian Tayung Raci menggambarkan kepahlawanan seorang senopati yang gagah berani dalam menghadang dan berperang melawan penjajah. 

Masih menurut sumber yang sama Tarian ini mengisahkan seorang demang yang mempunyai kemampuan 7 wira loka atau 7 olah keprajuritan dengan menghimpun sebuah kekuatan guna menggalang pemuda-pemuda desa di tanah perdikan yang bernama ‘Raci Nggobang’ yang kini dikenal dengan nama Raci Kulon. Dengan kemampuan bela diri, atas perintah Adipati Sidayu beliau diperintahkan mendidik serta melatih prajurit di tanah perdikan dan mendapat gelar “Pangeran Sindupati” dan pada akhirnya mendapat anugerah gelar “Ki Demang Sindupati” 

Seni budaya Tari Tayung Raci ini biasanya di mainkan oleh 21 orang dengan membawa perlengkapan senjata tombak sebagai alat peraganya. Pagelaran seni tari Tayung Raci ini semakin elok dan indah oleh pepaduan tetabuhan gendang, kenong dan tanjidr (beduk) yang melambangkan keharmonisan yang mengiringi setiap langkah penari yang berbekal “Tombak Wijil Trunojoyo” yang melambangkan gagah beraninya prajurit Kademangan Raci Gobang. 

Salah satu penari Tayung Raci ini ada yang memerankan Demang Sindupati, dengan menunggangi seekor kuda putih dan dikawal oleh para prajurit. Tayung Raci ini juga di ikuti oleh seorang penari yang berperan sebagai macan dengan nama Singo Wanoro. Tayung Raci ini disetiap gerakan selalu diikuti dengan pujian Sholawat Nabi atau nyayian gending-gending mijil sesuai dengan acara yang ada. 

Di kancah Nasional Tari Tayung Raci dikenal dengan nama Tari Tayung Giri, oleh PT Semen Gresik tarian ini dipopulerkan dan ditampilkan di TMII Jakarta. Selain itu pernah juga ditampilkan di Taman Hiburan Remaja (THR) Surabaya di tahun 1987. Pada tahun 2014 tarian ini kembali dipopulerkan dengan penampilannya di Wahana Ekspresi Poeponegoro (WEP) Gresik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...