Langsung ke konten utama

Woow Potensi UKM Indonesia 55 Juta, Google Rilis Bisnisku

Dengan potensi yang Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sangat besar di Indonesia sekitar 55 Juta, menjadikan pangsa pasar UKM menjadi bidikan perusahaan mesin pencari goole “ dari UKM 55 juta yang ada di indonesia baru 45% yg sudah online” ujar Mira Sumantri Head Marketing Google Indonesia. 

Masih kecilnya peminat Go Online bagi UKM Mira menambahkan kerena adanya beberapa faktor antara lain seperti knowladge, infrastruktur, serta masih dianggap mahal jika menggunakan online Google mulai bulan Maret kemarin sudah meluncurkan sebuah Platform gratis yang disediakan google bagi pelaku UKM di Indonesia. Dengan alamat google.co.id/bisnisku, dimana pelaku usaha akan mendapatkan fasilitas map, search, gambar,alamat, bisa klik to call dan juga rating usaha dalam setiap pencarian nantinya Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi para UKM yaitu mendaftarkan alamat dan nama usaha setelah itu akan mendapat surat yang berisi nomor verifikasi sebagai bahan verivikasi domisili dan alamat UKM 

Mudah bukan...... nah bagi pelaku usaha sebaiknya bisa memanfaatkan fasilitas ini sebelum ketinggalan dengan pelaku usaha onlin elain yang sudah mendahului, rencana google bisnisku ini akan menyasar kota kota besar di Indonesia dengan target tahun 2018 sudah ada 2 juta UKM yang terdaftar 2-3 tahun targetnya “Planning google ekspansi nasional, penetrasi jakarta kemudian Surabaya dan kota besar lainnya” jelas Mira ketika ditanya tentang rencana jangka panjang google kedepan 


Semoga "Woow Potensi UKM Indonesia 55 Juta, Google Rilis Bisnisku" bermanfaat bagi pembaca sekalian 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...