Langsung ke konten utama

Jelajah Arsitektur Mahasiswa ITS Kunjungi Kampung Kemasan

Gresik - Wisata minat khusus merupakan salah satu potensi wisata yang banyak diminati para wisatawan (pelancong), Kemarin Rabu 2 September 2015 salah satunya ada kunjungan 80 Mahasiswa ITS Jurusan arsitektur bertempat di kawasan budaya kampung kemasan
Kunjungan komunitas foto beberapa bulan yang lalu 

Kegiatan "Jelajah Arsitektur" ini merupakan bagian dari kegiatan HUT 50 Jurusan Arsitektur, melalui kegiatan ini mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung kawasan bangunan kuno yang sudah ada di Kabupaten Gresik sejak satu abad yang lalu 

Berbagai seni budaya dipertontonkan dalam acara "Jelajah Arsitektur" yang juga diikuti berbagai komunitas di Gresik, salah satu kesenian andalan yaitu pencak macan, seni damar kurung dan berbagai kuliner khas kota pudak seperti sego krawu,bandeng bakar, sego roomo, endoek lompoer, ubus, kupat kethek dan lainnya 
Suasana Kampung Kemasan

Wisata minat khusus ini sudah menjadi kewajiban pemerintah Gresik khususnya Dinas Pariwisata Untuk mendukung dan melestarikanya, Menurut informasi kedepan kawasan kota lama, Seperti alun alun Gresik, Jalan Basuki Rachmat, HOS Cokroaminoto, jalan Wakhid Hasyim, serta kampung kemasan akan dijadikan wisata tersebut, nah untuk kebenaranya kita tunggu saja, sehingga UKM asli Gresik bisa berdaya dan mengoptimalkan karyanya  .

Komunitas Matanesia dan inigresik beberapa
bulan yang lalu


Semoga bermanfaat "Jelajah Arsitektur Mahasiswa ITS Kunjungi Kampung Kemasan" 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...