Langsung ke konten utama

Kronologi Pembunuhan dan Pencurian Karyawan Petro di GKB

Berikut Kronologi Pembunuhan dan Pencurian yang memakan korban Yakob Piter Triindiatmoko (54) Karyawan Petro di GKB berdasarkan pernyataan Wakapolres Kompol Indra Mardiana yang diberitakan oleh portal online beritajatim
Rumah korban Jalan Bintan GKB


  • Wakapolres Polres Gresik Kompol Indra Mardiana mengatakan, berdasarkan olah TKP, pelaku diduga seorang diri melakukan aksinya di rumah korban di Perum GKB Jalan Bintan 40 Gresik. 
  • Sekitar pukul 2 dini hari pelaku masuk melalui jendela
  • Korban memergoki pelaku dan berkelahi
  • Pelaku menghunjamkan pisau lipat ke dada sebelah kiri dan kepala
  • Setelah itu melarikan diri 
  • Mengetahui kondisi korban, Istri meminta bantuan tetangga 
  • Korban yang bekerja di PT Petrokimia Kayaku itu kemudian dibawa ke RS Semen Gresik


"Hasil olah TKP pelaku masuk ke rumah korban melalui jendela. Selanjutnya, sempat turun di lantai satu. Melihat ada dua ponsel tergeletak di meja pelaku mencuri. Namun, pada saat itu kepergok korban. Pelaku dan korban sempat berkelahi. Karena terdesak pelaku kemudian menghujamkan pisau lipatnya ke dada korban di sebelah kiri, dan bagian kepala. Korban tersungkur berlumuran darah, dan diketahui istri dan anak korban," ujarnya kepada wartawan, Rabu (16/9/2015) seperti dikutip dari beritajatimcom

Kompol Indra Mardiana juga menjelaskan, saat ini anggota dari Satreskrim Polres Gresik masih melakukan penyelidikan dan mengambil barang bukti milik pelaku dan korban. "Beberapa barang bukti sudah diamankan di antaranya sandal, tas, pisau lipat, dan sarung milik korban," paparnya.


Semoga bermanfaat informasi ini "Kronologi Pembunuhan dan Pencurian Karyawan Petro di GKB", keterangan gambar diambil dari detikcom

[post_ads]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...