Langsung ke konten utama

Mengenaskan, Berawal dari Pembullyan Seorang Anak Meninggal

Kisah sedih mewarnai pemberitaan Indonesia beberapa hari ini seorang anak bernama Noor Anggrah Ardiansyah (8 th) meninggal karena berkelahi dengan temannya Jumat 18/09 di SDN 07 Pagi Kebayoran Lama, bertepatan dengan lomba menggambar yang diadakan di sekolah

Menurut keterangan saksi yang dikumpulkan kejadian memilukan ini berawal dari saling ejek , seperti disampaikan Wahyu Hadiningrat Kapolres  Metro Jakarta Selatan. beliau juga menjelaskan terkait tindakan selanjutnya "sesuai sistem peradilan anak, anak dibawah 12 tahun dalam proses penyidikan akan dikembalikan kepada orang tua" jelas Wahyu seperti dikutip Jawapos (20/09)

"Kalau melihat anak didiknya suka membully atau bertengkar atau agresif yang tidak positif, guru harus waspada dan mengawasi. Diawasi oleh sekolah, guru, juga teman-temannya" ujar kak seto seperti dikutip dari detikcom

Perilaku suka membully sejak kecil sepertinya perlu diwaspadai baik orang tua, maupun lingkungan sekolah dalam memperlakukan seorang anak, sifat buruk ini harus dimusnahkan sejak kecil, jangan justru dibiarkan yang akan berefek buruk  
[post_ads]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...