Langsung ke konten utama

Badai Patricia Badai Terbesar Serang Mexico

Badai Patricia yang merupakan badai terkuat yang pernah tercatat menyerang pantai pasifik Meksiko sekitar pukul 18.15 waktu setempat. Angin berkecepatan 165 mph meluncur ke pantai barat daya Meksiko.

Seperti dikutip dari CNN, Sabtu (24/10/2015) badai 'monster' itu awalnya berkecepatan 190 mph yang secara berkelanjutan meningkat ke 235 mph. Setelah itu Patricia menyerang pantai yang disertai hujan. 

Badai itu juga membuat wisatawan serta penduduk di penginapan Puerto Vallarta dan Manzanillo mencari perlindungan. Patricia lalu menuju ke arah 55 mil barat barat laut dari Manzanillo yang merupakan pelabuhan kontainer terbesar di pesisir Pasifik Meksiko. Komisi Nasional Perairan Meksiko, CONAGUA, menyebut mata dari badai Patricia mencapai 10 kilometer atau 6,21 mil. 

Presiden Meksiko Enrique Peña Nieto kemudian meminta warganya untuk tidak keluar rumah dan mengikuti instruksi pertahanan sipil. "Saya memikirkan kalian semua," kata Presiden Enrique. Badai kedua terbesar setelah Patricia mungkin Badai Camille yang menyerang pantai teluk Amerika Serikat tahun 1969. Patricia tampaknya jauh lebih besar dibanding Camille serta Andrew (1992), Katrina (2005) dan lain sebagainya.


sumber : detik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...