Langsung ke konten utama

Layanan Ambulance Gratis Bagi Dhuafa 031-3950737

Baznas yang berlokasi di kota Gresik, mulai gencar melakukan pelayanan jasa, salah satunya yaitu layanan ambulance gratis bagi dhuafa di wilayah Gresik, layanan ini sebenarnya bisa dimanfaatkan siapa saja yang membutuhkan, artinya jika ada warga yang sakit, harus siap memberikan layanan ambulance ke tempat tujuan baik dalam kota maupun luar wilayah Gresik, demikian disampaikan pengurus harian Muthadin di kantor Baznas Gresik seperti dikutip dari gresikkab.go.id

Ada dua unit ambulance yang disiapkan untuk warga Gresik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mobil layanan tersebut sementara hanya dikhususkan bagi warga sakit yang akan di rujuk ke Rumah sakit atau ke tempat tujuan sesuai permintaan. 

Bagi warga yang memanfaatkan mobil layanan ini akan dikenakan biaya, namun bagi kaum dhuafa Gratis, dengan syarat menyerahkan foto copy KTP dan surat keterangan tidak mampu dari desa/kelurahan setempat. anda cukup call di 031-3950737 atau langsung datang ke kantor kami di kawasan Masjid Al-Inabah Kantor Bupati Gresik, Jln Wahidin Sudirohusodo, kami siap melayaninya dengan sabar dan baik,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...