Langsung ke konten utama

Gresik Terpilih Pembina Terbaik K3 Tingkat Jatim

Gresik kembali terpilih sebagai kabupaten Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tingkat Propinsi Jawa Timur tahun 2016. Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Pakde Karwo) kepada Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto di Gedung Grahadi, Rabu (30/03). 

Penghargaan tersebut diberikan terkait suksesnya Gresik mengantarkan 85 (delapan puluh lima) Perusahaan di Gresik yang menerima Zero Accident Award dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) tingkat Propinsi Jawa Timur. Menurut Gubernur Jawa Timur Soekarwo, selain memberikan penghargaan kepada Perusahaan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada 10 Bupati / Walikota sebagai Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terbaik di Jawa Timur. 

“Karena Bupati / Walikota telah memberikan perhatian lebih dalam hal pelaksanaan K3 di perusahaan di daerahnya masing-masing. Dimana terlihat dalam konsistensi pemberian pembinaan serta inovasi dan motivasi bagi perusahaan-perusahaan baru guna lebih giat dalam menerapkan K3,” ungkapnya. 

Bupati Gresik sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pimpinan perusahaan atas peran dan penerapan sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sehingga terciptanya keamanan dan kenyamanan pekerja di suatu perusahaan. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gresik Drs.Mulyanto melalui Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono mengatakan bahwa penyerahan penghargaan Zero Accident ini untuk meningkatkan dan membudayakan K3 di perusahaan, sehingga tercipta tempat kerja yang aman dan meningkatkan produktivitas dan daya saing

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...