Langsung ke konten utama

Pendaftaran Online Kuliah Manajer Masjid STIDKI Ar-Rahmah

Pencetak Manajer Masjid STIDKI Ar-Rahmah, Buka Pendaftaran Sekolah 

Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar-Rahmah Surabaya kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru TA 2016-2017 untuk jurusan S1 Manajemen Dakwah dengan prospek lulusan menjadi Manajer dan Imam Masjid yang hafal Al-Qur’an 30 juz serta da’i yang profesional 

STIDKI Ar-Rahmah yang baru berusia 1 tahun ini memiliki keunggulan antara lain Full scholarship alias Gratis (Bebas biaya hidup dan pendidikan), memiliki asrama dengan kurikulum holistik-integratif, menggabungkan antara kurikulum kemenag, kurikulum ma’had, serta pembinaan kepribadian dan kepemimpinan, selain itu juga menggunakan bahasa pengantar Arab/Inggris, diperkuat oleh tenaga pengajar alumni perguruan tinggi ternama dari dalam dan luar negeri, STIDKI juga bekerja sama dengan masjid-masjid model, LAZ, serta perguruan tinggi dan lembaga keilmuan lainnya baik di dalam maupun di luar negeri 

Beberapa kriteria Calon Mahasiswa yang akan diterima di STIDKI Ar-Rahmah yaitu : 
1. Laki-laki, maksimal berusia 21 tahun 
2. Memiliki hafalan Al Qur’an minimal 3 Juz 
3. Berperilaku baik dan memiliki fisik prima 
4. Memiliki nilai akademik di atas rata-rata 8,0 
5. Menguasai dasar-dasar bahasa Arab lisan dan tulisan 
6. Siap mengikuti rangkaian tes seleksi (psikotes, akademik, dan wawancara) 

untuk info lengkap bisa menghubungi Kampus STIDKI AR-Rahmah, Jl. Teluk Buli I/3-5-7 Surabaya Telp. 031 – 328 4306 Email : stidkiarrahmah@gmail.com Website : www.stidkiarrahmah.ac.id


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...