Langsung ke konten utama

Bangkai Kapal Selam Sisa PD II, Ditemukan Lengkap Dengan Awaknya

Sebuah kapal selam dengan 71 awaknya yang hilang sejak tahun 1943 saat terjadi perang dunia kedua dikabarkan ditemukan dilepas pantai Sardinia Italia, puing-puing tersebut diyakini dari kapal selam HMS P 311 milik Angkatan Laut (AL) Kerajaan Inggris seperti dilaporkan situs berita Express, Rabu (25/5/2016).

Ilustrasi kapal selam
Pihak Inggris yakin, kapal selam itu jatuh dikarenakan ranjau laut di Teluk Olbia, Sardinia. Sebuah tim dipimpin oleh Massimo Domenico Bordone, pemburu puing kapal yang berada di Genoa, Italia, menemukan bekas kapal selam tersebut pada kedalaman 100 meter di dekat Pulau Tavolara. 

Bordone mengatakan, awal penemuan bangkai kapal itu ketika ia melihat bayangan sepanjang 84 meter ketika ia mencapai di kedalaman 80 meter. 

Berbicara kepada media Italia, Bordone mengatakan, “Saya segera berpikir tentang nasib orang-orang yang menemui ajalnya di bawah sini.” Menurut dia, “Itu adalah nasib bersama yang dialami begitu banyak orang, awak kapal selam khususnya,” yang berjuang untuk selamat dari konflik dan kecelakaan di laut. 

Menurut data kapal selam itu meninggalkan Malta pada 28 Desember 1942 dengan misi pertama untuk menghancurkan dua kapal perang Italia ketika mereka lego jangkar di Pelabuhan La Maddalena. Namun, setelah mengirim sinyal pada 31 Desember, kapal itu menghilang tanpa jejak. Para pejabat militer saat itu mengasumsikan bahwa kapal selam itu telah tenggelam.

sumber : kompas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...