Langsung ke konten utama

Gus Ipul Hadiri Indonesia Cinta Al Qur'an,

Nuansa Ramadhan menyemangati ummat Islam lebih dekat dengan Al Quran. Tak kurang 1350 orang menghadiri acara Indonesia Cinta Al Quran yang digelar Yayasan Syafa'atul Qur'an Indonesia (YAQIN) di ruang Ash Shofa, kompleks Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu 19/6/2016. 

Kegiatan yang diniatkan untuk menggelorakan kembali kecintaan kepada kitab suci ini dibuka oleh Wagup Jatim, Saifullah Yusuf. Tampil memberi taushiyah Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Jatim KH Muhammad Shaleh Drehem, Pakar Quantum Tahfidz KH Mudawi Ma'arif, dan Master Trainer Nasional Quantum Tarjamah Ust Ahmad Faiz Khudlori Toha, dan Ketua YAQIN dan Direktur WAFA Mohamad Yamin. 

Gus Ipul, panggilan akrab Wagub Saifullah Yusuf, menyambut baik kegiatan ini. "Saya pikir, ini adalah inovasi untuk mempercepat pembelajaran Quran yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat masa kini", katanya. Gus Ipul juga mengaku, sejak kecil bercita-cita bisa hafal 30 juz. "Tapi sampai sekarang juz 30 saja belum hafal", akunya, disambut tawa hadirin. 

Peserta yang berasal dari kabupaten kota se Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogjakarta ini kemudian diajak mendalami Al Quran secara komprehensif. Tak sekedar mengetahui arti penting kitab suci, tapi juga diajari cara melantunkannya dengan lagu hijaz, menghafal, menerjemahkan, dan memahami maknanya. "Salah satu warisan filosofi kehidupan yang akrab di masyarakat adalah 'moco Qur'an sak maknane' atau membaca Qur'an dengan memahami maknanya. 

Kami ingin budaya baik ini terjaga. Bahkan terus kita kembangkan sebagai landasan kehidupan yang lebih baik bagi Indonesia", kata Mohammad Yamin, Ketua YAQIN dan Direktur WAFA. Kami meyakini, lanjut Mohamad Yamin, ketika masyarakat Indonesia makin mencintai Al Qur'an maka negeri ini akan makin makmur gemah ripah loh jinawi. Sejahtera ekonominya, rukun dan terjaga keragamannya, sekaligus bahagia jiwanya. Uniknya, peserta yang hadir bersama belajar menghafal dan menerjemahkan Al Qur'an dengan otak kanan, yang dikembangkan WAFA. Tidak dengan otak kiri seperti yang selama ini dipelajari. 

"Dengan otak kanan, kecepatan belajar lebih bisa dioptimalkan. Pemahaman dan hafalan juga lebih mudah menjaganya. Metode ini menyentuh sisi imajinasi. Sehingga memanfaatkan kekuatan cerita, kreatifitas, hingga lagu", tutur Yamin. Metode WAFA sendiri saat ini sudah dimanfaatkan oleh 41.064 santri di 20 propinsi, 77 kabupaten-kota. Bahkan juga digunakan di Singapura dan Belanda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Berwawasan Pendidikan Gresik

DASAR PEMIKIRAN Perubahan selalu dialami oleh semua, baik individu maupun organisasi, tidak ada satupun individu dan organisasi di dunia ini yang tidak mengalami perubahan, bahkan gelombang perubahan makin tak terbendung. Dengan kemajuan teknologi informasi, organisasi kini berada pada lingkungan dinamis dan penuh persaingan. Hal tersebut menuntut individu dan organisasi untuk menyesuaikan cara-cara berusaha dan mencapai tujuan yang diinginkan. The Constant is change , itulah bahasa yang tepat untuk menggambarkan sifat perubahan itu sendiri. seakan-akan mengikuti sabda alam, semua hal mengalami perubahan, apakah berangsur-angsur ataukah drastis. Perubahan itu dapat berupa perubahan kemampuan pengetahuan, perubahan mental, perubahan lingkungan dan yang jelas perubahan itu pasti terjadi mau tidak mau, suka tidak suka. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat sudah seharusnya melibatkan diri dalam usaha pencerahan, pemberdayaan, pendampingan, pengabdian bagi p...