Langsung ke konten utama

5 Keunikan Resepsi Pernikahan di Manyar Gresik

Tradisi resepsi pernikahan secara tradisional di Manyar Gresik sudah berjalan puluhan tahun lalu masih bisa ditonton hingga saat ini, berbagai acara mempersatukan dua insan ini biasanya disusun sedemikian rupa dan terlihat meriah sampai sekarang, mulai dari acara akad, iring iringan manten baik pihak pria maupun manita, maupun memperkenalkan manten kepada keluarga keduanya 

Sejak Hari Jum'at hingga Sabtu akhir syawal 1437 H, ini sudah puluhan resepsi pernikahan digelar di sekitar Manyar Kabupaten Gresik Jawa Timur, bagi anda yang penasaran, berikut 5 Keunikan Resepsi Pernikahan di Manyar

Manten berkalung uang 

1. Manten Pria Berkalung Uang 

Jika dibeberapa lokasi manten dikalungi bunga melati, didaerah manyar terlihat unik manten pria berkalungkan uang kertas yang disusun menyerupai bunga, entah apa maksudnya tetapi dandanan pria sekarang tampak seperti model modern dengan jas,dasi dan kopiah hitam

Regu hadrah mengiringi manten pria


2. Diiringi dengan hadrah & sholawatan

Sholawatan sangat kental di Gresik lantunan sholawat diiringi hadrah biasa terdengar di berbagai sudut masjid, begitu juga di resepsi pernikahan ini. Penabuh hadrah dengan baju serba putih berjalan mengiringi perjalanan manten pria menuju mempelai wanita 

Kembang api mengiringi perjalanan manten 


3. Dinyalakan petasan dalam jumlah besar

Petasan tidak identik dengan ramadhan saja, bahkan untuk merayakan pernikahan keluarga yang bersangkutan rela mengeluarkan jutaan untuk hanya meramaikan petasan dimalam hari, dengan berbagai warna dan ukuran 

Iring iringan lampu hias 



4. Iring Iringan lampu hias berjalan menuju manten wanita


Selain tim hadrah yang meramaikan tradisi iring iringan manten di Manyar yang unik lainnya adalah ada rombongan pembawa lampu selain sebagai penerang juga sebagai hiasan secara otomatis ada yang berupa payung lampu yang diputar secara manual atau lampu yang berbentuk bintang, dengan tenaga genset yang dibawa menggunakan becak hias didepannya 


5. Ada Sebar uang untuk anak kecil

Biasanya anak kecil sangat senang jika melihat pawai seperti ini, dan yang membuat mereka kegirangan adalah salah satu keluarga mempelai membagikan uang receh dengan cara disebar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...