Langsung ke konten utama

Yatim Sejak Kecil, Dini Juarai MTQ Tingkat ASEAN

Prestasi membanggakan diraih arek Gresik dia adalah Adinda Ghaluh Ariska (15 th) yang biasa dipanggil Dini salah satu siswi kelas Satu SMA Muhammadiyah 4 Sidayu, Dini meraih juara 1 tingkat Asean lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) kategori Yatim 4 – 8 Agustus 2016 di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya mengalahkan 40 peserta lainnya

Anak yatim sekaligus anak tunggal dari pasangan Sholihatin dan Mochammad Arifin Rizal (Almarhum) memang mempunyai hobi membaca Alquran sejak kecil. Sehingga tak heran piala atas prestasinya banyak terkumpul di rumahnya. Di antaranya juara tiga kategori anak-anak tingkat nasional pada 2013, kemudian juara 3 tingkat remaja di Kabupaten Gresik pada 2016, Juara 1 kategori remaja tingkat Provinsi pada 2016, dan Juara 1 kategori remaja tingkat nasional pada 2016.

Atas prestasinya itu Dini mendapat tawaran kuliah gratis di salah satu perguruan tinggi di Malaysia. “Saya ditawari sama perwakilan Malaysia, jika selesai lulus SMA besok diberi beasisiwa kuliah di Malaysia. Tapi saya masih pikir-pikur dan masih konsentrasi belajar,” kata Dini seperti dikutip dari Tribunnews

Seperti diketahui ibu Dini yang tinggal di Pangkah Kulon Ujungpangkah memiliki kehidupan ekonomi yang tergolong kurang mampu, dan hanya sebagai buruh cuci dan berjualan



sumber : JP, Tribun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...