Langsung ke konten utama

Kereen .. Sapi Asal Gresik Jadi Kurban Presiden Jokowi

Ilustrasi Foto Doc Tribunnews
Presiden Jokowi akan memberikan seekor sapi untuk Hari Raya Idul Adha Tahun 2016 ke Masjid Al Akbar Surabaya. Sapi kurban itu dipesan dari peternak asal Panceng Kabupaten Gresik dan memiliki bobot sekitar 1,1 ton. 

"Sapi kurban Pak Presiden ini dipesan dari peternak asal Panceng, Gresik," kata Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Setdaprov Jatim Bawon Adhiyitoni, Selasa (6/9/2016). Sapi kurban Presiden Jokowi ini jenisnya dari peranakan ongole atau dikenal dengan sapi lokal warna putih dengan bobot sekitar 1,1 ton. 

Sapi tersebut harganya sekitar Rp 70 juta. Sedangkan sapi kurban Gubernur Jawa Timur Soekarwo, memiliki bobot sekitar 950 Kg. Sapi jenis simental ini dipesan dari peternak asal Bojonegoro dengan harga Rp 65 juta. Sapi kurban Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, jenisnya limousin dengan beratnya sekitar 850 kg. 

Sapi yang dipesan dari peternak asal Bojonegoro ini harganya Rp 60 juta. Sapi kurban milik Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Ahmad Sukardi, jenisnya Limousin dengan bobot 800 kg. Sapi juga dari peternak asal Bojonegoro ini harganya Rp 55 juta. "Semua sapi kurban (milik Presiden Jokowi, gubernur, wakil gubernur dan sekdaprov Jatim) akan dikirim ke Masjid Al Akbar pada Minggu (11/9/2016)," tambah Muhammad Isa, Kabag Keagamaan Biro Kesmas Setdaprov Jatim.

sumber : detikcom
foto : tribunnews (ilustrasi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...