Langsung ke konten utama

(Video) Sumarsih Penjual Simping Sejak Kecil Hingga Menjanda

Kuliner spesial yang terkenal dengan sebutan "simping" berasal dari kerang biasa didapat dari dasar laut. Simping juga menjadi pilihan jajanan khas Gresik yang tidak kalah nikmat bagi penggemarnya, Khususnya warga pantura yang tidak jauh dari pesisir laut akan banyak menemui sumber makanan yang satu ini. Dengan catatan lautnya masih belum terkontaminasi dengan limbah


Di Gresik salah satu perairan yang masih rutin menghasilkan simping adalah Sedayu, Ibu Sumarsih yang berumur lima puluh tahun lebih ini sudah berjualan simping sejak sebelum menikah hingga sekarang menjadi janda, salah satu asal jualannya yaitu dari daerah Sedayu yang berjarak dari Gresik kota sekitar 45 menit 

Sekarang jika anda berburu kuliner yang satu ini bisa mencari disekitar Langgar Abadi yang bisa diakses melalui jalan Samanhudi gang VII atau Jalan Abdul Karim. 

Satu kresek kecil simping seharga 10 rb coba kami beli sambil berbincang dengan ibu lima anak ini, sesuai dengan permintaan Sumarsih tampak hati hati menjaga simping agar tidak rusak teksturnya, dan rela menjawab sambill bercerita "gak sugih dunyo sing penting sugih anak" sambil bergurau 


Ada saatnya makanan special yang satu ini juga tidak bisa dinikmati ketika tidak ada panenan, "wingi pas riyadin nggih kosong, mboten sadean" ujar Ibu yang masih terlihat sehat ini dengan logat Gresiknya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...