Langsung ke konten utama

Sedikit Cerita Tentang Kali Lamong

Kali atau sungai sebagai sumber air sangat vital keberadaanya baik sebagai sumber minum dan makanan, kali dahulu juga menjadi sarana transportasi. Sehingga tidak heran banyak penemuan fosil manusia purba dan situs sejarah di sepanjang aliran sungai

Kali Lamong yang melewati Gresik berasal dari pegunungan Kendeng Desa Kedung Kumpul Kecamatan Bluluk Lamongan, kali ini merupakan salah satu dari 3 aliran sungai besar yang bermuara di Gresik  yaitu Kali Brantas di selatan, Kali Lamong di tengah dan Kali Bengawan Solo yang melewati Gresik bagian Utara 

Wilayah yang dilewati mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, sampai karangkiring Kebomas yang dahulu menurut penelitian merupakan salah satu pelabuhan yang besar hingga akhir abad ke-17 

Alirannya yang berkelok kelok membentuk huruf S, huruf L atau juga huruf U membuat beberapa tempat di kali Lamong berkedalaman (kedung) Kali Lamong juga terkenal dengan luapanya dimusim hujan sehingga didaerah Benjeng dan sekitarnya sudah faham dan hafal jika terjadi banjir


Dalam dongeng rakyat Jawa Timur (boleh percaya boleh tidak) kali Lamong dilewati salah satu Adipati pertama Kabupaten Lamongan yang bernama Ronggo Hadi atau bisa disebut Kyai Lamong atau mbah Lamong

Dikutip Dari Buku Bendjeng Tempo Doeloe
Karya Benjeng Pribumi 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...