Langsung ke konten utama

Inilah Kronologi Kecelakaan Bus Rombongan Mahasiswa Undip di Bungah

Bus Subur Jaya (Foto : Surya)


Bus pariwisata PT Subur Jaya nopol K 1589 DD yang dikemudikan Gede Astika (49) asal Pati terlibat kecelakaan dengan truk di jalan raya Kemangi Bungah, Gresik, Jumat (11/11/2016) pagi. Bus Pariwisata diketahui membawa rombongan mahasiswa Undip dari Bali menuju Semarang

Ipda Supriyono Kanit Laka Lantas Polres Gresik mengatakan, akibat kecelakaan ini satu mahasiswa meninggal dunia dan 4 mahasiswa lainnya mengalami luka. Surpiyono menjelaskan, korban meninggal dunia atas nama Labiburochman (20) warga Semarang.

Saat itu posisi korban duduk di sebelah deretan paling depan kursi bagian kanan. Jenazah korban di kamar jenazah RS Ibnu Sina Gresik. "Sedangkan 4 korban luka lainnya, dua orang masih dirawat di RS Ibnu Sina dan dua lainnya sudah melanjutkan perjalanan bersama rombongan," kata Supriyono seperti dikutip dari Radio Suara Surabaya.

Kronologi kejadian, kata dia, awalnya truk berjalan dari arah Gresik menuju Surabaya dengan kecepatan sedang. Sesampainya di lokasi, tiba-tiba truk oleng ke kanan hingga melewati marka jalan. 

"Lalu truk menabrak bagian kanan bus pariwisata yang ditumpangi rombongan mahasiswa yang melaju dari arah sebaliknya," ujar dia. Usai menabrak bus, lanjut dia, truk tidak berhenti dan langsung melanjutkan perjalanan lagi. " Sopir bus sempat mengejar truk yang menyebabkan kecelakaan tapi tidak bisa dikejar," katanya.

sumber : suarasurabaya. net

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...