Langsung ke konten utama

Kuliner Gresik Terbaru Ayam Geprek Mbok Judes Usman Sadar

Kuliner Gresik Terbaru
Gresik - Puluhan orang tampak antri panjang di salah satu lokasi kuliner Gresik yang baru dibuka Rabu (14/12/16) di jalan Usman Sadar nomor 139. Kuliner "" ini menawarkan berbagai menu dengan harga yang relatif terjangkau yaitu Rp 10.000,- dengan porsi nasi dan sambal secara prasmanan.

Puluhan orang rela antri untuk mencoba menu kuliner Gresik baru tersebut. Dengan logat jawa penjaga warung mempersilahkan pengunjug untuk antri dan memberitahu berbagai promonya. "Ibu hamil gratis minum susu, monggo ibu-ibu..." begitu ujar penjaga warung melalui pengeras suara.

"yang ulang tahun silahkan bayar pakai KTP" imbuh penjaga sambil sabar antri menunggu menu yang dipesan.

Warung pinggir jalan ini tampak menarik dengan berbagai desain warna warni yang menarik perhatian, salah satu contohnya "kurangi baper banyakin laper" . Kami yang penasaran akan tempat inipun mencoba mencicipi beberapa menu. Salah satu keunggulannga sepertinya rasa sambalnya yang pedas, walau antri cukup lama setidaknya terobati dengan nasi lalapan.


Cara penyajian kuliner makan disini terlihat agak berbeda dari tempat yang lain, setelah pengunjung antri dan membayar tidak langsung mendapatkan makanan namun nunggu panggilan dari penjaga menggunkan pengeras suara.

Setelah itu antri kembali menuju meja menu yang sudah disiapkan piring dan satu buah ikan sesuai pesanan, bisa digeprek (digepengkan) menggunkan tungku dan kayu sebagai pemukulnya. bisa juga tidak sesuai pesanan. Selanjutnya pemngunjung bisa mengambil nasi dan sambal sepuasnya (sekali ambil ya... ) ditambah segelas air tawar, selain itu bisa pesan sendiri


Demikian sedikit review semoga bermanfaat, selamat menikmati kuliner baru ini semoga bisa sesuai selera anda. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Turun Drastis hingga 70 Persen, Ini Strategi Rahasia Kabupaten Gresik Tekan Angka Pernikahan Dini demi Selamatkan Masa Depan Anak

INIGRESIK.COM - Angka permohonan dispensasi kawin atau pernikahan dini di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami penurunan yang sangat tajam hingga pertengahan tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi dari Pengadilan Agama Kabupaten Gresik, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 170 kasus permohonan pernikahan di bawah umur yang diajukan oleh masyarakat.  Sementara itu, memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah pengajuan dispensasi tersebut berhasil ditekan secara signifikan dan berada di kisaran 50 perkara saja. Langkah taktis pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan berbagai instansi hukum menjadi kunci utama di balik keberhasilan memangkas angka perkawinan anak di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak secara masif terus memperkuat berbagai upaya pencegahan di lapangan untuk memastikan tren positif ini tetap terjaga. Penurunan ya...