Langsung ke konten utama

Terlalu.....Utang Rp 3 Juta Jadi Rp 18 Juta

Praktek "bak titil" atau rentenir di masyarakat perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Setelah kasus Siti Khomsiah warga Cerme.

Kemarin muncul kasus serupa, Rusti (47) warga Metatu Benjeng kedapatan harus menyicil 400 ribu setiap minggu. Hutang Rp 3 juta membengkak menjadi Rp 18 juta.

Beruntunglah disaat kondisi terpuruk, ada seorang tetangga yang peduli, Gianto namanya. Atas jasanya kemudian utangnya dilunasi.

Karena mudahnya akses untuk meminjam uang, saat ini Rusti terjerembab dengan kasus yang sama. Wanita yang sehari-hari menjadi pemulung ini dikabarkan mendapat dana segar dari kecamatan Benjeng.

"sekarang sudah kami tangani" ujar Supriyono Kasi Trantib Kecamatan Benjeng, seperti dikutip dari Jawa Pos (21/09).

Pemerintah Kecamatan Benjeng, tambah dia, telah menginstruksi kepada seluruh kepala desa agar mendorong badan usaha milik desa (BUMDes).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...