Langsung ke konten utama

Inilah Duta Wisata Cak dan Yuk Gresik 2017

Ajang pemilihan duta wisata Cak dan Yuk Gresik 2017 tampak lebih megah dan meriah tahun ini. Berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini ajang tersebut mengambil tempat di Wahana Ekspresi Poesponegoro 2, yang belum lama ini diresmikan. 


Para penonton, tamu, terutama tamu daerah dengan pakaian khas daerahnya tak perlu takut becek setelah hujan, seperti tahun lalu. Tahun lalu ajang tersebut digelar di halaman atas Gelora Joko Samudro, dengan panggung dan tenda. Acara semalam dibuka dengan tarian dari 15 pasang finalis Cak dan Yuk Gresik 2017. Diikuti dengan pengumuman 8 besar pasangan finalis. Sebelum diseleksi menjadi 5 pasang saja, para 8 pasang finalis harus memilih dan menjawab pertanyaan yang ada di dalam toples kaca. Pertanyaan untuk 8 besar ini cukup menyulitkan para finalis. 

Karena isu yang dilemparkan dalam pertanyaan ini cukup berat, isu perdagangan manusia contohnya. Apalagi mereka hanya diberi waktu masing-masing 30 detik untuk menjawab. Hasil penilaian juri akhirnya menyisakan 5 pasang finalis. Mereka diadu kembali lewat pertanyaan-pertanyaan dari Bupati, Wakil Bupati Gresik, dan forkopimda untuk mendapatkan slempang Cak dan Yuk Gresik 2017. 

Yang mencengangkan, kualitas pertanyaan yang dilemparkan oleh petinggi-petinggi Gresik kepada 5 besar finalis sangat berbeda dari pertanyaan 8 besar. Pertanyaan tersebut lebih layak dimasukkan dalam seleksi tulis atau wawancara awal seleksi. Contohnya, pertanyaan alamat lokasi Bukit Surowiti, 3 wisata di Bawean beserta alamatnya, dll. 

Yang paling susah hanya satu pertanyaan, yaitu: sebutkan tujuh nama Bupati Gresik. Meskipun begitu banyak finalis yang tergagap saat menjawab. Jelang pukul 23.00 para juara Cak dan Yuk Gresik 2017 diumumkan. Damar kurung milik Cak Rizky Agus Parijono (Unair) dan Yuk Rizka Dara Nabilah (Unair) menyala. Merekalah yang terpilih menjadi Cak dan Yuk Gresik 2017 menggantikan Cak Badik dan Yuk Melisa. Selamat untuk Cak dan Yuk Gresik 2017 yang terpilih. Masyarakat menantikan kinerja lebih kalian untuk pariwisata Gresik.

Berikut daftar pemenang lainnya: 
Wakil 1 (Juara 2) Cak Andre Septia Pratama – UMG. Yuk Daris An-Nahdah. 
Wakil 2 (Juara 3) Cak Muhammad Rum Fajar – Universitas Negeri Trunojoyo Madura. Yuk Rheina Nevada – SMAN 1 Driyorejo. 

Juara Harapan 1 Cak Tri Yoga Robby Nugraha – UMG. Yuk Nila Agustin – UIN Sunan Ampel. 
Juara Harapan 2 Cak Isfan Fadjar – Unair. Yuk Nur Farsah – SMAN 1 Kedamean. 

Gelar Atribut Cak dan Yuk Gresik Persahabtan: Cak Andria Novawan – Unair. Yuk Maulidiyah Rahmawati – UPN Veteran Jatim. 
Cak dan Yuk Gresik Berbakat: Cak Laksamana Mabruri – SMAN 1 Manyar. 
Yuk Belia Natasyafira – SMAN 1 Manyar. 
Cak dan Yuk Favorit (berdasarkan banyaknya guntingan kupon koran) Cak Cheva Abdullah – SMAN 1 Cerme. Yuk Risa Dewi Anggaraini – SMANU 1 Gresik. 

Cak dan Yuk Gresik Inspiratif: Cak Danis Danial – SMAN 1 Sidayu. Yuk Rinaldiyanti Rukmana – Universitas Negeri Surabaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...