Langsung ke konten utama

Irva Juarai Duta Fatayat Gresik 2017

Duta Fatayat Gresik


Gresik - Sebuah inovasi dilakukan untuk pertamakalinya dikalangan Pimpinan Cabang Fatayat NU di Indonesia. PC Fatayat NU Gresik mempelopori Pemilihan Duta Fatayat Gresik 2017 sebagai bentuk tantangan zaman kaderisasi dikalangan masyarakat urban di era milenial. 

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Gresik, Bapak Dr. H. Moh. Qosim, M.Si. "Saya sangat bangga, PC Fatayat NU Gresik menjadi pelopor kaderisasi pemudi NU melalui pemilihan Duta Fatayat Gresik 2017, saya berharap para pemenang mampu menjadi tauladan dan memiliki pengetahuan yang kompleks demi keutuan Negara Kesatuan Republik Indonesia" ujar beliau. 

Pemilihan Duta Fatayat Gresik 2017 ini meliputi beberapa tahap seleksi diantaranya tes tulis seputar Aswaja, Nahdlatul Ulama, Fatayat NU dan Sejarah Islam. Selanjutnya para finalis diuji dengan tes baca Al Qur'an dan tanya jawab bahasa Inggris seputar permasalahan terkini. Grand Final yang diselenggarakan di Gedung Putri Mijil ini juga dihadiri penggurus PC Fatayat NU Gresik dan camat di Kabupaten Gresik. Finalis yang menjadi pemenang tiga besar secara otomatis akan melaju ke kompetisi tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PW Fatayat NU Jawa Timur. 

Selain itu pemenang juga berkesempatan menjadi model dari Majalah Muslimah Auleea. Berikut daftar pemenang Duta Fatayat Gresik 2017 Irva Zahrotul (Menganti) Duta Fatayat Gresik 2017, Putri Balqis (Gresik) Wakil 1 Duta Fatayat Gresik 2017, Wahidah Marifatunnisa (Wringinanom) Wakil 2 Duta Fatayat Gresik 2017, Zuhriyah Rahmawati (Sidayu) Harapan 1 Duta Fatayat Gresik 2017 , Zulfatun Ni'mah (Manyar) Harapan 2 Duta Fatayat Gresik 2017, Eny Indriani (Kedamean) Favorit Duta Fatayat Gresik 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gresik Jadi Target Jaringan Narkotika Internasional, BNN Gagalkan Peredaran 3,37 Ton Ganja Diduga Berasal dari Thailand

INIGRESIK.COM - Kabupaten Gresik kembali menjadi sorotan setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menggagalkan upaya peredaran sekitar 3,37 ton ganja yang diduga berasal dari Thailand. Barang bukti dalam jumlah sangat besar tersebut ditemukan di sebuah gudang kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, setelah melalui operasi intelijen yang melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polres Gresik. Besarnya volume narkotika yang diamankan menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi sasaran utama jaringan penyelundupan narkotika lintas negara. Pengungkapan ini bukan sekadar penyitaan barang bukti dalam jumlah besar. Kasus tersebut menjadi gambaran bagaimana sindikat narkotika internasional terus mengembangkan modus operandi dengan memanfaatkan jalur logistik dan perdagangan untuk menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Gresik, yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri dan logistik terbesar di Jawa Timur, diduga dipilih karena memiliki aktivitas dist...