Langsung ke konten utama

Tumpangi Bus ke Gresik, 53 Pria Asal Cina Diamankan

Polda Metro Jaya mengamankan 53 warga negara Cina yang semua berjenis kelamin pria dari sebuah bus tujuan Gresik, Jawa Timur. Seluruh pria Cina tersebut mengantongi paspor. "Setelah dilakukan penghitungan di dalam bus, kami mendapati ada 53 WNA asal Cina," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (10/2). 



Puluhan Warga Negara Cina itu diamankan saat sedang menumpangi Bus Satria Waskita dengan nomor polisi H 1405 CA pada pukul 00.01 WIB, Sabtu. Pengemudi bus, M Sanusi, mengungkapkan penumpangnya naik dari Ruko Eksekutif Blok E No. 35, Kapuk, Jakarta Barat dengan tujuan Gresik. 

"Warga negara asing tersebut diamankan oleh Intel BAIS Tim Pengawasan Orang Asing (DKI) dan Subdit 5 POA Dit Intelkam Polda Metro Jaya," ujar Argo. Setelah itu, mereka diserahkan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan diterima oleh Pamenwas Polda Metro Jaya, Kanit I Kemneg Krimum Kompol Raindra Ramadhan Syah, pukul 05.40 WIB. 

Saat ini, mereka masih ditangani oleh Jatanras Polda Metro Jaya. Kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan atas warga negara asing tersebut. Belum diketahui alasan kedatangan puluhan pria asal Cina itu ke Indonesia "Akan dilakukan Identifikasi oleh unit Iden dan nantinya akan diserahkan kepada Imigrasi Jakarta Utara. Indikasi pidana saat ini belum ditemukan," jelas Argo.

Sumber: Republika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...