Langsung ke konten utama

Presiden Kunjungi Pondok Pesantren Mambaus Sholihin

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, Kamis (8/3). Dalam kesempatan itu, Presiden menyempatkan datang ke Pondok Pesantren Mambaus Sholihin dan bertemu dengan pengasuh pesantren, KH Masbuhin Faqih. Kunjungan 

Presiden dalam rangka silaturahim dan menyampaikan apa yang telah dikerjakan pemerintah. "Ya ini kan memang rutin sudah kita lakukan setiap kita ke daerah pasti ke satu sampai tiga pondok," ujarnya sebagaimana dikutip dari rilis Sekretariat Presiden, Kamis (8/3). Presiden mengatakan adalah sangat penting menjelaskan kepada para kiai apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah dan apa yang akan dilakukan. Presiden Joko Widodo juga meminta masukan dari para ulama. 

Menurutnya, masukan dari para ulama sangat penting untuk jalannya pemerintahan. "Kita juga minta masukan kepada ulama, mana yang perlu diperbaiki, mana yang perlu dikerjakan yang lebih besar lagi. Masukan-masukan seperti itu saya kira sangat penting sekali apabila kita masuk ke pondok-pondok," lanjutnya. Selain KH Masbuhin Faqih, beberapa ulama turut hadir menyambut kedatangan Presiden diantaranya, Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Makhfud Ma'sum, KH Asfihani Faqih, KH Abdussalam, KH Fahmi Faqih, KH Arifin, dan Ketua MUI Gesik KH Mansur Faqih.

Sumber: NU Online

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Turun Drastis hingga 70 Persen, Ini Strategi Rahasia Kabupaten Gresik Tekan Angka Pernikahan Dini demi Selamatkan Masa Depan Anak

INIGRESIK.COM - Angka permohonan dispensasi kawin atau pernikahan dini di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami penurunan yang sangat tajam hingga pertengahan tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi dari Pengadilan Agama Kabupaten Gresik, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 170 kasus permohonan pernikahan di bawah umur yang diajukan oleh masyarakat.  Sementara itu, memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah pengajuan dispensasi tersebut berhasil ditekan secara signifikan dan berada di kisaran 50 perkara saja. Langkah taktis pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan berbagai instansi hukum menjadi kunci utama di balik keberhasilan memangkas angka perkawinan anak di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak secara masif terus memperkuat berbagai upaya pencegahan di lapangan untuk memastikan tren positif ini tetap terjaga. Penurunan ya...