Langsung ke konten utama

Riyanto Pengrajin Sangkar Burung Asal Balongpanggang Gresik

Sentra produk sangkar burung Balongpanggang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Pengrajin sangkar burung mayoritas adalah warga Gresik asli tepatnya berada di Kecamatan Balongpanggang, tepatnya di dusun Karang Asem dan Karang Semanding.

Seiring berjalan waktu, metode penjualan yang dulu secara tradisional sekarang sudah menggunakan internet sebagai sarana penjualannya. "Alhamdulillah sudah sampai luar jawa" ujar Riyanto selaku pengrajin asal Karang Semanding.

Riyanto juga mengelola website untuk berjualan sangkar burung melalui online yang beralamat di http://konco-plekk.com. Dalam website yang dikelola secara mandiri tersebut Riyanto secara khusus menjual bahan bahan untuk pembuatan sangkar burung, seperti jeruji yang berbahan kayu, alumunium hingga kuningan.

Selain itu Riyanto juga menyediakan kayu asem bali sebagai tempat khusus berdiri burung dengan harga sekitar 130 rb, dan ditambah accesories lainnya. "Kabanyakan pemesannya adalah pembuat sangkar burung," imbuh Riyanto yang juga membuka toko klontong di rumahnya.

Jika pembaca berminat membeli sangkar dengan kwalitas tinggi, bisa langsung datang ke pusat pengerajin sangkar Riyanto 085648433444

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...