Langsung ke konten utama

Video Viral Seorang Murid Menantang Gurunya di Wringinanom

Sebuah video sempat viral di jagat medsos kemarin, seorang siswa yang diketahui berasal dari SMP PGRI Wringinanom Gresik secara terbuka menantang gurunya karena diperingatkan untuk tidak merokok. 

"Benar, lokasi video itu di SMP PGRI Wringinanom Gresik," ujar Kapolsek Wringinanom AKP Supiyan Minggu (10/2/2019). Supiyan mengatakan pihaknya segera bertindak begitu mengetahui ada video yang viral tersebut. Terlebih ada laporan yang menyertainya. 

"Ada laporan informasi dari masyarakat. Setelah itu viral, kepolisian punya peran untuk penyelidikan," kata Supiyan. Video berdurasi 54 detik itu memperlihatkan seorang pelajar memperlakukan gurunya dengan tidak hormat. Pelajar itu seakan-akan menantang orang yang seharusnya dihormatinya. 

Pelajar yang mengenakan topi itu tiba-tiba saja memegang kepala gurunya. Pelajar itu kemudian mendorong si guru dan mencengkram kerah bajunya. Sebentar kemudian si pelajar bertingkah seakan-akan hendak memukul si guru sambil memaki. Si guru hanya diam saja melihat tingkah laku anak didiknya tersebut. 

Bahkan pelajar kurang ajar itu meneruskan kekurang ajarannya dengan merokok di dalam kelas. Sementara pelajar lain tak bertindak apa-apa. Mereka tak berusaha mencegah temannya yang melakukan tindakan tercela itu. Mereka hanya tertawa saja melihat gurunya diperlakukan sedemikian rupa.

Untungnya Nur Khalim yang berstatus sebagai guru honorer tampak tenang dan sabar menghadapi perlakuan tidak normal muridnya tersebut..Berikut videonya



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...