Langsung ke konten utama

Benarkah Sultan Hassanal Bolkiah, Keturunan Gresik Begini Penjelasannya

Ada hal menarik, dari catatan Tarsilah Brunei, yang tersimpan di Pusat Sejarah Brunei Darussalam. Di dalam Tarsilah tersebut, terdapat nama Permaisuri Sultan Abdul Jalilul Akbar, yang berasal dari keluarga Dinasti Giri Kedaton, yaitu Raden Mas Ayu Siti Aisyah binti Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro Gresik bin Pangeran Manchu Tando bin Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma bin Sunan Giri, Muhammad Ainul Yaqin (sumber : Tarsilah Brunei)

Selanjutnya diceritakan juga, bahwa melalui anak keturunan dari Raden Mas Ayu Siti Aisyah inilah, Para Sultan Brunei Darussalam berasal sampai masa sekarang.

Hubungan kekerabatan Kesultanan Brunei dengan Dinasti Giri Kedaton (Sunan Giri), berdasarkan kepada penelitian ahli sejarah Brunei, Prof. Dr. Haji Awang bin Mohammad Jamil Al-Sufri, yang pernah disampaikan pada simposium sejarah di Kampus UGM Yogyakarta tahun 2009 (Sumber : Kajian Sejarah Kerajaan Brunei).

Jalur silsilah Raden Mas Ayu Siti Aisyah, memberikan kita beberapa infomasi sebagai berikut : 1. Sultan Haji Hassanal Bolkiah, yang merupakan Sultan Brunei sekarang, terhitung sebagai keturunan Sunan Giri, Maulana Ainul Yaqin.

01. Sultan Haji Hassanal Bolkiah [bin]
02. Sultan Haji Omar Ali Saifuddin III [bin]
03. Sultan Muhammad Jamalul Alam II [bin]
04. Sultan Hashim Jalalul Alam Aqamuddin [bin]
05. Sultan Omar Ali Saifuddin II [bin]
06. Sultan Muhammad Jamalul Alam I [bin]
07. Sultan Muhammad Tajuddin [bin]
08. Sultan Omar Ali Saifuddin I [bin]
09. Sultan Muhammad Alauddin [bin]
10. Pengiran Digadong Pengiran Muda Shah Mubin [bin]
11. Sultan Muhyiddin [bin]
12. Raden Mas Ayu Siti Aisyah [binti]
13. Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro Gresik [bin]
14. Pangeran Manchu Tando [bin]
15. Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma [bin]
16. Sunan Giri Muhammad Ainul Yaqin

Sedangkan Silsilah Sultan Muhyiddin sampai kepada Sultan Syarif Ali adalah sebagai berikut…. 

Sultan Muhyiddin [bin] Sultan Abdul Jalilul Akbar [bin] Sultan Muhammad Hassan [bin] Sultan Saiful Rijal [bin] Pengiran Tajuddin [bin] Sultan Bolkiah [bin] Sultan Sulaiman [bin] Sultan Syarif Ali.


Sultan Syarif Ali adalah menantu Sultan Brunei, yang bernama Sultan Ahmad. Sultan Syarif Ali sendiri adalah putra dari dari Amir Makkah yang bernama Amir ‘Ajlan [bin] Amir Rumaytha [bin] Amir Muhammad Abu Numayy I, nasabnya akan sampai kepada Sayyidina Hassan (Sumber : Sultan Haji Hassanal Bolkiah of Brunei, the 42nd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?).
Amir ‘Ajlan melalui putranya yang lain bernama Amir Al Hassan, menurunkan Para Sultan di Kerajaan Yordania (Sumber : King Abdullah II of Jordan, the 43rd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?).
2. Nama ayah dari Raden Mas Ayu Siti Aisyah, juga terdapat di dalam Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam (sumber : Silsilah Kekerabatan Kesultanan Palembang Darussalam).
Dalam Silsilah Palembang, Tumenggung Mancanegara (Pangeran Manchu Negoro) adalah kakek dari Sultan Abdurrahman, pendiri kesultanan Palembang Darussalam.
Dengan mangacu kepada Tarsilah  Brunei dan Silsilah Palembang, Nasab Sultan Abdul Rahman sampai kepada Sunan Giri, adalah sebagai berikut :
1. Sultan Abdul Rahman [bin]
2. Pangeran Seda ing Pasarean (merupakan saudara dari Mas Ayu Siti Aisyah, permaisuri Sultan Brunei, Sultan Abdul Jalilul Akbar) [bin]
3. Maulana Fadlallah Pangeran Manconegara (dalam Tarsilah Brunei bernama Pangiran Manchu Negoro) [bin]
4. Adipati Panca Tanda (dalam silsilah Palembang disebut juga Ki Paca Tanda, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Pangiran Manchu Tando) [bin]
5. Maulana Ali Mahmud Nuruddin Pangeran Wiro Kusumo(dalam silsilah Palembang disebut juga Pangeran Arya Kesuma Cerbon, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma) [bin]
6. Sunan Giri, yang juga dikenal sebagai Maulana Muhammad Ainul Yaqin
WaLlahu a’lamu bishshawab


Sumber : https://kanzunqalam.com/2015/02/20/zuriat-kesultanan-palembang-darussalam-dalam-catatan-tarsilah-brunei/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...