Langsung ke konten utama

GNOME Asia Summit 2019 Akan digelar di Gresik Indonesia

Yayasan GNOME dengan bangga mengumumkan bahwa KTT GNOME Asia 2019 akan berlangsung di Gresik, Indonesia antara 11-13 Oktober di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Kota ini telah dikenal dunia sejak abad ke-11 sebagai pusat perdagangan strategis. 

Terletak di sisi barat Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia. KTT GNOME Asia 2019 akan terdiri dari dua hari konferensi dan satu hari lokakarya, untuk mendorong lebih banyak kontribusi oleh para peserta GNOME.Asia ke bidang inti GNOME. Acara ini akan didukung oleh komunitas Perangkat Lunak Bebas lokal dan Yayasan. Untuk pertanyaan pers, silakan kirim info@gnome.org Situs web GNOME.Asia Summit 2019 akan dirilis dalam minggu-minggu mendatang dengan informasi lebih lanjut tentang acara tersebut. 

Sementara itu, segala pertanyaan tentang konferensi dapat dikirim ke asia-summit-list@gnome.org, dan sponsor yang berminat dapat mengirim pertanyaan ke gnome-asia-committee-list@gnome.org. Kami juga mendorong mereka yang tertarik pada KTT untuk mengikuti @GNOMEAsia di Twitter, atau akun media sosial utama @GNOME kami, untuk informasi terkini tentang berbagai kegiatan dan tanggal penting untuk konferensi.

Call For Papper 


Punya ide menarik untuk dibagikan di GNOME.Asia Summit 2019? Yuk, kirim papermu sebelum 15 Agustus 2019 ke

https://s.id/GNAS19-CfP . 


Selain bisa jadi pembicara di ajang bergengsi se-Asia, kamu juga berhak untuk mengajukan subsidi biaya perjalanan, lho. Uenak seru kan?! ayo podo melu! Sumber : www.gnome.org

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Info Grafis Penyakit Hepatitis di Indonesia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sekitar 400 juta orang penduduk dunia mengidap hepatitis, dengan 1,4 juta di antaranya meninggal dunia. Bertepatan dengan Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh Kamis (28/7/2016)  WHO meluncurkan kampanye Know Hepatitis - Act Now sebagai tema utama. Tema ini dipilih untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit hepatitis dan mensosialisasikan pencegahan. "Bertepatan dengan Hari Hepatitis Sedunia, WHO meluncurkan kampanye #NoHep sebagai bagian dari tema Know Hepatitis - Act Now.  Harapannya tema ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan targetnya pada tahun 2030 penyakit hepatitis sudah bisa dieliminasi," tulis WHO dalam situs resminya. Lalu, bagaimana dengan kondisi hepatitis di Indonesia? Data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan menyebut lebih 2,9 juta penduduk Indonesia mengidap hepatitis.  Sumber : HealthDetik