Langsung ke konten utama

Presiden Bagikan 2.020 Sertifikat Tanah di Gresik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 2.020 sertifikat tanah di Wahana Ekspresi Pusponegoro Jalan Jaksa Agung Gresik, Jawa Timur Senin (27/01). Penerima sertifikat merupakan warga dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Tidak hanya warga Gresik, sejumlah warga di Jawa Timur seperti di Surabaya, Lamongan, Bangkalan dan Sidoarjo mendapat sertifikat tanah gratis. Dengan rincian 520 sertifikat diserahkan untuk para penerima dari Kabupaten Gresik, 500 sertifikat untuk (penerima dari) Kota Surabaya, 500 sertifikat untuk Kabupaten Sidoarjo, 250 sertifikat untuk Kabupaten Lamongan, dan 250 sertifikat untuk Kabupaten Bangkalan.

Dalam kunjungan kerja (kunker) kali ini, Jokowi didampingi Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara, Menteri ATR/BPN Sofyan Jalil, dan Menteri BUMN Erick Tohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan dua Staf Khusus Presiden M. Fadjroel Rachman serta Putri Tanjung. Turut mendampingi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Kepala Kantor BPN Gresik Asep Heri serta seluruh bupati se-Jatim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...